Pendidikan Karakter: Mengenal Budaya Sidoarjo Lewat Festival Bandeng

Ibu-ibu peserta lomba sedang menghias ikan banden olahannya. as

Sidoarjo Pos – Ratusan anak-anak dari berbagai sekolah Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (TK dan PAUD) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (22/1/2017) belajar dan bermain bersama ikan bandeng di Perumahan Griya Permata Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

            Kegiatan bertajuk ‘Festival Bandeng Sidoarjo 2017’ itu merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter untuk mengenalkan salah satu ikon Kabupaten Sidoarjo dan pengaruhnya terhadap budaya atau karakteristik masyarakat. Seperti diketahui, Sidoarjo merupakan Kota Urban kependekan dari urang atau udang dan bandeng.

            Ada beragam wahana atau acara yang digelar untuk menarik minat anak-anak dan orangtua murid. Diantaranya griya edukasi bandeng, lomba mewarnai dengan tema ikan bandeng, lomba dresscode bandeng, hingga lomba memasak makanan olahan berbahan ikan bandeng.

            Di griya edukasi bandeng misalnya, anak-anak dikenalkan tentang anatomi ikan bandeng, perkembangbiakannya, dan pertumbuhan ikan hingga bisa dikonsumsi. Sedangkan lomba drescode bandeng mengompetisikan beragam kreasi baju dengan tema bandeng. Uniknya semua bahan pakaian ini terbuat dari barang bekas yang didaur ulang.

            Salah satu peserta lomba dresscode Simfoni (8) mengatakan dia merancang gaun dari bahan kertas dan piring kue. Ide merancang baju berasal dari dia sendiri dan untuk mewujudkannya, Simfoni dibantu oleh ibundanya.

            Peserta lain Zevano yang meraih juara dua lomba dresscode juga merancang sendiri pakaian yang dikenakan. Berbeda dengan Simfoni yang memilih bahan dari kertas dan piring kue, Zevano menggunakan kain flanel bekas yang diisi dengan dakron.

            Kepala Sekolah PGTK Islam Sang Khalifah (Sakha) Isa Ansori Ramadhani sebagai pihak penyelenggara Festival Bandeng mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya ini menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Harapannya, anak-anak mampu mengenal identitas kotanya sendiri. “Dengan mengenal identitas kota berarti mengenal budaya sendiri. Hal ini penting untuk menangkal gempuran budaya asing yang masuk lewat media massa maupun gawai (gadget),” ujar Isa.

            Isa menambahkan dalam Festival Bandeng, para orangtua juga diajak mengenal aneka makanan olahan berbahan ikan bandeng. Harapannya, hal itu menjadi modal bagi mereka menyajikan makanan yang bergizi untuk anak-anak mereka.

            Tingginya kandungan gizi pada ikan bandeng itu diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Mustain Baladan. Dia mengapresiasi upaya masyarakat membuat aneka olahan berbahan ikan bandeng sebab menurutnya hal itu membantu pemerintah menyosialisasikan pentingnya makanan bergizi bagi tumbuh kembang anak-anak. as

Komentar