Peringati Hari Buku Anak, Sekolah Alam Al-Izzah Ajak Siswa Membaca dan Story Telling

Suasana siswa membaca buku bersama di Sekolah Alam Al-Izzah. as

Sidoarjo Pos-Untuk mengingatkan kembali bahwa buku merupakan jendela ilmu pengetahuan, dan buku juga sangat berkontribusi dalam membentuk mental dan sikap anak-anak di Sekolah. Sekitar 60 siswa-siswi Sekolah Alam Al-Izzah Krian Sidoarjo telah memperingati Hari Buku Anak se dunia.

        Salah satu guru pendamping Sekolah Alam Al-Izzah, Entien Nur Farida, disela-sela acara gelar baca bersama, Senin, (3/4/2017) mengatakan kalau sejatinya, Hari Buku Anak Internasional itu diperingati tanggal 2 April 2017, tapi karena bertepatan dengan hari libur, maka baru dilaksanakan pada hari ini.

         Pada kesempatan tersebut, anak-anak membaca buku serentak selama 60 menit di kawasan sekolahan. Acara itu dimulai dengan salah satu guru berkeliling dengan membawa perpustakaan pesawat keliling di sekitar sekolah. Selanjutnya, perpustakaan pesawat keliling itu diserbu oleh para siswa TK dan SD Al-Izzah, karena buku-buku yang disediakan memang cocok buat anak-anak yang banyak gambarnya. “Selanjutnya anak-anak dengan senang membaca buku serentak selama 60 menit. Beberapa buku mereka baca yang banyak gambarnya itu,” jelasnya.

       Disamping itu para siswa juga diminta untuk story telling pendek di panggung yang telah disediakan pihak sekolah. Panggung itu terbuat dari bangku-bangku sekolah dan bannernya terbuat dari daur ulang atau kardus bekas, sehingga sangat bersahabat dengan alam. “Nah, di atas panggung itu, para siswa bercerita tentang hasil membaca bukunya selama 60 menit itu,” katanya.

         Menurut Entien, peringatan Hari Buku Anak Sedunia itu sangat penting, terutama untuk mengingatkan kembali bahwa buku itu merupakan jendela ilmu pengetahuan dan buku juga sangat berkontribusi dalam membentuk mental dan sikap anak. Karena di usia emas (4-10 tahun), perkembangan otak dan mentalnya perlu dijaga, dan salah satunya dengan cara baca buku. “Selain dengan nutrisi makanan, pemberian nutrisi otak alias buku bacaan juga harus diperhatikan dengan baik,” kata dia.

      Oleh karena itu, Ia meminta kepada seluruh orangtua untuk selalu memperhatikan bahan bacaan anak-anaknya. Jangan sampai bahan bacaan yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan perkembangan usianya. “Jadi, pada event ini kami memberi nutrisi otak anak-anak dan bahan penunjangnya menggunakan daur ulang, sehingga tetap bersahabat dengan alam, karena kami sekolah alam,” ujarnya.as

Komentar