Perkuat Keimanan, SDIT Nurul Fikri Sidoarjo Wisuda Al-Qur’an

Sidoarjo Pos-Ada yang berbeda pada acara wisuda Al Quran SD IT Nurul Fikri Sidoarjo. Meskipun para peserta semuanya sudah lulus ujian hafalan atau bacaan, mereka tetap diuji publik di atas panggung wisuda.

     Meskipun masih kelas III-VI, mereka dengan tangkasnya menjawab berbagai pertanyaan dari para guru dan undangan.

       Pembacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-15  yang dibawakan dua qori’ah cilik kelas IV mengawali acara Wisuda Al-Quran SD IT Nurul Fikri Sidoarjo. Seratus sembilan peserta wisuda ditambah orangtua dan para guru yang hadir di aula SMPN 4 Sidoarjo, Sabtu (21/4) menyimak dengan khusyu.
“Prosesi wisuda merupakan kelanjutan dari munaqosah atau ujian hafalan dan bacaan yang diselenggarakan  beberapa waktu sebelumnya. Peserta wisuda terdiri dari kategori hafalan dan bacaan. Jumlah semua peserta wisuda hafalan (tahfidz) dan bacaan (tilawah) sebanyak 109 siswa,”  kata Ketua Panitia ustad Ahmad Fauzi.

        Menurutnya,  tahun ini tim Al-Quran SD IT NF menggunakan metode wafa. Wafa merupakan cara belajar Al-Qur’an metode otak kanan. Ketua panitia menerangkan bahwa acara ini menjadi rangkaian  pembelajaran setelah lulus munaqosah atau ujian yaitu tilawah, tajwid, gharib, imla, dan ujian tulis. Hadir pada kesempatan itu pengurus tim wafa Surabaya  ustadz Mohammad Yamin, pengurus yayasan, dan para guru dan undangan.

      Edi Purwanto S.Pd,  Kepala SD IT Nurul Fikri Sidoarjo, menegaskan bahwa  bicara SD IT Nurul Fikri tidak terlepas dari Al-Qur’an. Mari bergandeng tangan membentuk generasi Qurani yang berakhlaq mulia untuk calon pemimpin bangsa. Bersama mukjizat terbesar ini, insya allah semua akan bisa lebih baik. Kecil-kecil dapat menghafal Al-Qur’an. Banyak siswa kelas IV SD hafal 2 juz, ada anak kelas VI yang hafal 5 juz, katanya.

      Ketua Yayasan, ustadz Syaiful Arifin SS berharap agar pada wisuda berikutnya tidak hanya target dua juz tetapi minimal hafal lima juz. “Saya bermimpi semoga kelak yang diwisuda adalah para orangtua siswa. Gantian, anak-anak yang duduk di bangku, orangtua yang di panggung,” harapnya disambut senyum hadirin.

      Mohammad Yamin, Direktur Wafa juga berpesan bahwa menjadi sahabat Al Quran adalah sebuah keniscayaan. “Al Quran akan menjadi penolong kita,” pesannya. js. as

Komentar