Pertemuan KKG ke 6 Gugus 03 Candi, Guru Harus Bisa Merefleksikan Capaiannya

Sulistyani saat memberi pengarahan dalam KKG 6 di SDN Balong Gabus Kecamatan Candi Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Dalam menindaklanjuti peremuan KKG (Kelompok Kerja Guru) ke 6, yakni pada sesi GESI (Gender Equality and Social Enclusion), yakni kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial. Para guru dan kepala sekolah dari Gugus 03 Candi, Sidoarjo diharapkan bisa merefleksikan apa yang telah dicapai setelah mengikuti program Inovasi selama ini.

“Sehingga hasilnya bisa dievaluasi, mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak bisa dan tidak perlu dipakai untuk pembelajaran anak-anak di sekolah,” itulah penuturan Afifuddin, sebagai Education Specialist, Inovasi Jawa Timur saat ditemui, (17/5/2019).

Ia katakan, kalau pertemuan KKG tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 14/5/2019 di SDN Balong Gabus, Kec. Candi Sidoarjo. Para peserta merupakan perwakilan guru dan kepala sekolah yang tergabung dalam Gugus 03, yang terdiri dari SDN Balong Gabus, SDN Balongdowo, SDN Gelam 1 dan Gelam 2, SDN Ngampelsari, SDN Kedungpeluk 1 dan Kedungpeluk 2, SDN Kalipecabean, SDN Kendalpecabean, SDN Wedoro Klurak serta SD Kreatif The Naff.

Menurut Afif, kegiatan tersebut adalah bagaimana guru-guru bisa mempraktekan, menciptakan lingkungan inklusif di kelas. Misal, untuk pajangan, serta teks yang disediakan kepada siswa itu semua harus berprespektif GESI. Tidak ada unsur kekerasan di dalam teks yang ditampilkan. Cocok untuk tumbuh kembang anak, terus unsur bullying juga tidak. “Jadi guru-guru kita minta untuk meneliti dan menganalisis teks sebelum diberikan kepada anak-anak,” katanya.

Oleh karena itu, kita juga ingin para guru-guru dan Fasda itu membuat peta perjalanan,  implementasi mulai bulan Nopember 2018, yang isinya adalah dari sisi waktu, atau dari sisi filling mereka. “Dan hasilnya dirahapkan bisa merefleksikan kedapan bagaimana mencarikan solusi bila anak-anak/siswa menemukan kesulitan-kesulitan. Pada intinya kalau anak-anak menemukan kesulitan saat pembelajaran , guru harus bisa mencarikan solusinya,” harap Afif.

Sementara itu, Sulistyani Staf Monitoring dan Evaluasi Inovasi Jatim menjelaskan kalau materi yang diberikan masih mengulang pada pertemuan KKG ke 5, masih ada post test numerasi dan post test GESI. Setelah itu kita akan mencoba sama-sama mencatat lagi, semua peserta untuk mencatat mengulang lagi selama mengikuti Inovasi pada bulan Nopember 2018 lalu. “Untuk materinya unit 10 sampai  pada pertemuan KKG ke 5, jadi pengelaman mereka bagaimana, “ jelasnya.

Mereka diminta untuk menuliskan, membuat peringkat respon yang tingginya apa ketika semangat, ketika senang atau ketika bermanfaat, dan rendahnya ketika sampai pada titik horizontal itu merasa rendah, atau tantangannya terlalu banyak itu dicatat semua. “Jadi kegiatan ini tadi adalah mencoba mengkompilasi dari kegiataan hingga akhir. Semua yang sudah kita lakukan itu pada saja,” terang Sulistyani. as

Komentar