Petugas Gabungan CNT Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 760 Gram

Tim CNT sedang membongkar tas yang dipakai tersangka untuk penyelundupan. as

Sidoarjo Pos-Petugas gabungan Customs Narcotics Team (CNT), yang terdiri dari petugas Bea Cukai Madya Pabean Juanda, Bea Cukai Jatim, BNN Propinsi Jatim, POMAL Juanda, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat total 760 gram, dengan tiga kasus yang berlainan, di Bandara Internasional Juanda.

            Upaya penyeludupan pertama dilakukan pada tanggal 23 Juli 2016 oleh Rubae bin Muktar (54), WNI penumpang Air Asia no penerbangan XT 8298 rute Kualalumpur-Surabaya. Aksi pelaku terendus petugas CNT dibarang bawaannya terdapat dua pak berisi shabu seberat 415 gram. Barang haram pemilik paspor nomor A5743078 itu disita petugas dan pelaku diamankan.

            Penyelundup sabu-sabu kedua tanggal 25 Juli 2016, dan pelakunya sudah diamankan petugas, yakni Noferi Hardayanto (31), penumpang pesawat Air Asia no penerbangan XT 337 rute Kualalumpur-Surbaya, asal RT 15 RW 02 Desa Tambak Rejo Kec. Sumber Manjing Wetan Kab Malang yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 285 gram.

            Dalam pengembangan yang dilakukan petugas, satu tersangka lain teman Noferi juga diamankan. Barang mengandung methapethamine milik pembawa paspor no 1836762 itu di lem dalam tas ransel biru yang dibawa pelaku. Sabu-sabu milik pelaku juga terdeteksi oleh mesin X-Ray. “Dari penyidikan, pelaku mengaku dikonsumsi sendiri,” ucap Kepala Kantor Bea dan Cukai Juanda M. Mulyono, Rabu (10/08/2016)

            Ia menambahkan, untuk pelaku ketiga yang dilakukan pada tanggal 27 Juli 2016, penumpang pesawat Air Asia no penerbangan XT 325 rute Kualalumpur-Surabaya, atas nama Rudiyanto Mohammad Romli (39), warga Sampang Madura, yang membawa sabu-sabu seberat 60 gram. “Pemilik paspor A. 5463359 itu aksinya diketahui petugas setelah gerak-geriknya dicurigai petugas,” ungkap Mulyono lagi.

            Menurutnya, modus yang dilakukan pelaku ketiga itu, barang haramnya itu disembunyikan di dubur pelaku. Saat menjalani profeling, pelaku kelihatan gelisah mulai turun dari pesawat. Setelah di cek dengan menggunakan ion scann ada deteksi membawa barang methapitamine hingga di lakukan cek dan pemeriksaan keseluruh barang bawaanya dan fisiknya. “Dari pemeriksaan petugas, juga didapatkan dua butir sejenis kapsul yang di masukan dalam dubur,” terangnya.

            Untuk pengembangan kasusnya lebih lanjut, para tersangka diserahkan langsung kepada Dirnarkoba Polda Jatim. “Atas kasus ini, para pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda uang paling banyak Rp 10 miliar,” pungkas Mulyono.as

Komentar