PPDB SMK Krian 1 Targetkan 22 Rombel 100 % Terpenuhi

Sidoarjo Pos-Kesuksesan SMK Krian 1 Sidoarjo dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2019-2020, patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat serta dapat menjadi motivasi dari sekolah-sekolah yang lain. Walaupun PPDB Sekolah Negeri belum selesai, namun SMK Krian 1 ini mentargetkan 22 Rombel, dan sudah 95 % terpenuhi. Bahkan ada informasi lain juga sudah terpenuhi 100 %.

Kepala SMK Krian 1 Sidoarjo Dini Mekasari, S.Pd M.Pd menuturkan kalau pihaknya terus berupaya, senantiasa meningkatkan layanan pendidikan yang bermutu sesuai dengan tuntutan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah PPDB tahun pelajaran 2019. Agar kegiatan PPDB dapat berjalan dengan baik, diperlukan adanya petunjuk teknis yang mengatur pelaksanaannya sebagai tindak lanjut adanya Permen No 51 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2019.

“Harapkan,  dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPDB untuk melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan penuh tanggung jawab,” harap Dini Mekarsari, kemarin(12/6).

Skolah yang yang terletak di Jl. Raya Sidoarjo No.38 Krian Sidoarjo ini, dalam PPDB  2019-2020 menargetkan 22 Rombel, yang sebelumnya 18 Rombel. Persyaratan untuk PPDB diantaraya, Foto Copy Ijazah SD, KK(Kartu keluarga),NISN, KTP Orang Tua dan Akte Kelahiran.

Ia katakan,  terdapat empat program keahlian yang menjadi favorit masyarakat, masih pada kompetensi keahlian diantaraya, Teknik Komputer Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Pengelasan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pemesinan.

Dari keempat kompetensi keahlian masing-masing memiliki keunggulan yang sangat dibutuhkan Dunia Usaha Dunia Industri (Dudi)  dikarenakan di SMK Krian 1 sudah berbasis Industri, dan sudah melaksankan pembelajaranya  Teaching Factory. “TEFA (Teaching Factory) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa, yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industry, dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

“Adapuan pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK Krian 1. Pelaksanaan  TEFA, juga melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya,” katanya.

Lanjutnya, untuk saat ini komptensi kehalian rekayasa persangkat lunak atau teknik komputer sudah melayani jasa Pembuatan Aplikasi, baik berbasis Dekstop maupun berbasis Website, Instalasi Jaringan, Advertising, Desain Grafis, Undangan, Stempel, Souvenir, 3D printing, Maintenance Komputer  dan Jasa Pengadaan Kmputer, Laptop dan Aksesoris.

Jadi, PPDB2019-2020 ini sangat meningkat, dikarenakan dengan adanya model pembelajaran berbasis produksi atau TEFA, budaya industri, bayaknya lulusan yang terserap di dunia usaha dan dunia industri, terbukti PPDB saat ini sudah terpenuhi 95%. “Makanya, animo masyarakat sangat tinggi, khususnya untuk kompetensi keahlian Teknik Pemesinan, bahkan pendaftar yang sekarang sudah ada yang harus menunggu, atau menjadi cadangan apabila ada calon siswa yang lain diterima di SMKN atau SMAN,” pungkas Dini Mekarsari. as

 

Komentar