Proses Idul Adha Dimanfaatkan Siswa SMAMDA Sidoarjo Untuk Asah Kepekaan Sosial

Siswa, guru dan karyawan SMAMDA bersama warga sedang membagi daging qurban. as

Sidoarjo Pos-Proses pembelajaran tidak terbatas di lingkungan sekolah. Pendidikan akan lebih bermakna jika siswa diajak langsung untuk mengetahui keadaan sosial dari masyarakatnya. Sekalian bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha 1438 H, SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menggelar ‘Dakwah Terpadu’ di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

            Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 31/8/2017 hingga 1/9/2017 ini telah diikuti sekitar 100 peserta dari siswa, guru dan karyawan SMAMDA Sidoarjo. Adapun kegiatannya diisi pengajian umum, sarasehan bersama warga, sholad ied dan proses penyembelihan hewan qurban.

       Kepala SMAMDA Sidoarjo, Wigatiningsih menuturkan ada beberapa kegiatan dalam Dakwah Terpadu ini. Menurtunya,  di hari pertama adalah pengajian umum, sarasehan bersama warga, dan esok harinya siswa diajak menyiapkan kegiatan sholat Idul Adha serta membantu proses penyembelihan dan pembagian hewan qurban.

     Ia menuturkan lebih lanjut, kalau kegiatan Dakwah Terpadu ini sebagai bentuk pembelajaran yang efektif bagi siswa, dalam rangka meningkatkan kepekaan sosial. “Karena pada akhirnya mereka (siswa) akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan itulah kehidupan yang sesungguhnya,” tuturnya.

    Dalam sarasehan  juga dijelaskan, bahwa SMAMSDA telah rutin setiap tahun melaksanakan kegiatan Dakwah Terpadu ini. Tidak hanya fokus pada satu daerah saja, tetapi tiap tahunnya selalu berganti lokasi. “Kami berharap kegiatan ini menimbulkan bekas yang positif baik dari siswa maupun warga yang didatangi,” harap Wigatiningsih.

Selain itu, Guru Bahasa Indonesia ini juga menjelaskan bahwa SMAMDA adalah sekolah yang bisa dijangkau oleh semua pihak, karena ada sistem subsidi silang. Ada banyak jenis beasiswa yang diberikan, baik beasiswa bidik misi maupun beasiswa untuk yatim piatu. ”Semua ini dilakukan oleh SMAMDA sebagai bentuk ikhtiar dalam memajukan masyarakat melalui pendidikan,” jelas Wigatiningsih.

Dalam kegiatan tersebut, juga turut hadir jajaran perangkat desa, juga terlihat Kepala Desa Sawocangkring, Kapolsek Wonoayu, Ketua RT seluruh Desa Wonoayu.  Selain pembagian daging kurban dari siswa kepada masyarakat secara langsung, dalam rangkaian kegiatan ini juga diserahkan wakaf al-Quran dan mukena kepada warga. as

Komentar