Proses Persidangan Tilang Dipangkas Dengan Program ‘Easy Tilang’

Proses penyerahan alat pembayaran tilang dengan ATM. as

Sidoarjo Pos-Persidangan bagi masyarakat yang terkena tilang oleh petugas akibat melanggar dalam berlalu lintas, selama ini prosesnya terlalu lama. Mulai Kamis(1/12/2016) dipangkas langsung tanpa melalui persidangan. Masyarakat yang terkena tilang bisa langsung membayar denda di tempat tanpa menunggu berhari-hari.

            Hal tersebut dilakukan dengan bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat  yang melanggar aturan tata tertib lalu lintas kemudian terkena tilang. Yakni dengan meluncurkan program ‘Esay Tilang’ yang diprakarsai oleh Pengadilan Negeri Sidoarjo, bekerjasama dengan Polresta Sidoarjo Kejaksaan Negeri Sidoarjo dan BRI Cab Sidoarjo.

            Kepala Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo DR. Ifa Sudewi SH M.Hum mengatakan kalau program ini adalah untuk mensukseskan langkah pemerintah dalam reformasi bidang hukum. Jadi program ini untuk mempermudah, dan menyederhanakan cara pembayaran bagi pelanggar, yang dikenakan tilang oleh petugas Polisi berapa besar denda yang harus di bayar.

            Denda langsung dibayar di lokasi dengan cara Sistim Easy Tilang, maka saat itu juga barang bukti surat-surat tanda bukti kendaraan bermotor atau SIM bisa diambil dan tidak perlu lagi sidang di Kantor Pengadilan Negeri. “Program Easy Tilang ini untuk memudahkan para pengendara kendaraan bermotor yang terkena tilang,” katanya.

            Sementara Kapolresta Sidoarjo AKBP M. Anwar Nasir juga memberikan penjelasan kalau caranya sangat mudah, pengendara setelah dianggap melanggar aturan lalu lintas oleh petugas, pengendara tinggal membayar langsung atau menggesekan kartu ATM nya ke alat EDC yang telah disediakan oleh petugas.

            Sebelum membayar denda dengan cara menggesekan kartu ATM, pengendara di tunjukkan daftar besarnya denda yang telah disediakan oleh petugas Polisi. Setelah denda dibayar, maka bukti pembayaran untuk mengambil barang bukti di kantor Polisi. “Apabila pelanggar tidak bersedia membayar denda karena tidak membawa ATM dan uang, maka pengendara tersebut harus mengikuti sidang tilang seperti biasanya di Kantor Pengadilan Negeri Sidoarjo,” jelasnya.

            Launching Sistim Easy di Kantor Pengadilan Negeri Sidoarjo ini, selain dihadiri oleh Kapolresta Sidoarjo AKBP M. Anwar Nasir, hadir juga Kepala Kajari M. Sunarto ketua Pengadilan Negeri Ifa Sudewi, Wakil Bupati Nur Achmad Syaifuddin, Ketua DPRD Sulamul Hadi Nurmawan, Ketua Pengadilan Tinggi Jatim Abdul Khodir. as

Komentar