PT Puspa Agro Gandeng Gapoktan Bantu Pengembangan Bibit Bawang Putih ‘Lumbu Hijau’

Pembenihan bawang putih yang masuk ruang pendingin di PT Puspa Agro. as

Sidoarjo Pos-Upaya mengurangi ketergantungan impor bawang putih sudah mulaik dilakukan oleh Pusat Perdagangan Agribisnis PT Puspa Agro. Salah satunya dengan menggandeng Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) untuk pengembangan bibit bawah putih jenis ‘Lumbu Hijau’.

Luas lahan yang telah digunakan sekitar 200 hektare bertampat di Pujon, Kabupaten Malang,  sebanyak 170 ton bibit bawang putih sudah dipanen untuk dijual ke para petani dengan harga terjangkau.

Direktur Utama PT Puspa Agro Abdullah Muchibuddin mengatakan, penanaman bawang putih untuk produksi bibit tujuannya membantu swasembada bawang putih. Diharapkan dengan jumlah surplus bawang putih yang memadai, tidak ada lagi impor bawang putih yang mayoritas dari Tiongkok. “Kita masih impor padahal ada peluang besar untuk produksi secara mandiri,” katanya (29/7/2019).

Ia menambahkan, pengembangan bibit di Pujon merupakan bentuk kerjasama dengan gapoktan. Dari 170 ton bibit bawang putih yang sudah dipanen merupakan hasil dari produksi di 20 hektare lahan saja. Sisanya masih akan dikembangkan lagi secara bertahap. “Harapan kita bisa menggarap semua lahan agar bibit bawang putih bisa terpenuhi,” ujarnya.

Saat ini, di Puspa Agro, Jemundo Kecamatan Taman menyediakan 9-10 ton bawang putih per hari. Jumlah tersebut ditargetkan akan bertambah untuk memenuhi kebutuhan bawang putih khususnya di Jawa Timur. Secara global, Puspa Agro memenuhi 10 persen kebutuhan bawang putih di Jawa Timur.

Menurutnya, penyediaan bibit bawang putih oleh Puspa Agro diharapkan juga bisa memberikan stimulan bagi gapoktan. Dengan jumlah bibit yang banyak maka, ketergantungan bawang putih melalui impor akan tergerus. “Kita harus optimistis bisa mengurangi impor,” pungkasnya. as

Komentar