Ribuan Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) Menolak Peringatan ‘Valentine Day’

Salah satu siswi SMAMDA mengajak teman-temannya menolak valentine day. as

Sidoarjo Pos-Ribuan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) Sidoarjo melakukan deklarasi menolak Valentine Day. Pada (14/2/2018) sekitar pukul 15.30 WIB, mereka para siswa yang terdiri dari para ekstra maupun klub yang ada di sekolah melakukan orasi mulai di halaman sekolah hingga  jalan depan SMAMDA Sidoarjo.

         Dengan kompak, ratusan pelajar meneriakkan yel-yel menolak perayaan hari valentine ini. “Dari 365 hari selama satu tahun, kenapa hanya tanggal 14 Pebruari yang disebut hari kasih sayang. Ini adalah pembodohan. Mestinya hari kasih sayang adalah setiap hari, terutama kepada orangtua,” ujar Rajif Abdillah dalam orasinya.

          Selain melakukan aksi menolak hari valentine, di halaman tengah area SMAMDA, para siswa juga membawa spanduk dan poster menolak valentine day. Dengan iringan drumband, mereka berkeliling sekolahan, dengan membawa spanduk penolakan tadi. “Mari kita jadikan hari ini sebagai hari kebangkitan moral,” ujar Rajif Abdillah.

        Rajif Abdillah yang juga sebagai Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMAMDA mengatakan deklarasi yang dilakukan oleh siswa-siswi ini merupakan bentuk penyadaran kepada generasi muda, bahwa hari valentine ini tidak memiliki dasar untuk diperingati. “Kenapa hari yang tidak memiliki landasan bagi umat Islam, harus kita peringati,” jelasnya.

        “Tak terasa sekarang ini katanya disebut sebagai hari yang spesial. Kebanyakan orang memakai hari ini untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pacar, melalui pemberian hadiah bahkan mereka melakukan sesuatu yang dilarang oleh Agama. Itu salah besar, kasih sayang itu setiap hari kepada orangtua,” ujar Korlap Orasi Rajib Abdillah.

      Menurutnya, para siswa-siswi ini terdiri dari para ekstra maupun klub yang ada disekolah. Seperti IPM, KM3, SMAMDA HOLIC dan KLUB Literasi. Bentuk kegiatannya tidak hanya berorasi melainkan, juga bakti sosial kepada yang membutuhkan seperti anak yatim yang ada di panti Aisyiyah daerah Celep. “Selain kegiatan tersebut salah satu Klub Literasi SMAMDA juga turut serta dalam kegiatan dengan membagikan-bagi stiker atas penolakan Valentine Day,” jelasnya. as

Komentar