RSI Siti Hajar Lulus Akreditasi Paripurna

Gus Rofiq didampingi dr Hidayatullah saat keliling meninjau ekspo.as

Sidoarjo, Setelah berupaya memperbaiki manajeman, mulai sumber daya manusia, sarana dan prasarananya. Termasuk dalam pelayanannya, akhirnya RSI Siti Hajar Sidoarjo bisa membuahkan hasil lulus predikat Akreditasi Paripurana. Yakni lulus Level Paripurna Akreditasi Versi 2012 yang dimumkan pada (19/04/2016) oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit).

Setelah sukses menyandang predikat sebagai rumah sakit Nahdlatul Ulama’ (NU) pertama di Indonesia yang lulus level Paripurna Akreditasi Versi 2012, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar kegiatan ekspo bertajuk Kelompok Kerja (Pokja). Berbagi Pengalaman di aula gedung rumah sakit Jalan Raden Patah 70 Sidoarjo selama 2 hari mulai Jumat (03/06/2016) hingga Sabtu (04/06/2016).

Direktur RSI Siti Hajar, dr H Hidayatullah, Sp S mengatakan, kegiatan ekspo sengaja digelar pasca pihaknya meraih Akreditasi Paripurna Versi 2012. Namun pemberitahun pengumuman dari KARS, Sabtu (28/05/2016) lalu. “Dengan adanya ekspo ini tujuan kami ingin berbagi pengalaman dengan rumah sakit lain, agar yang belum lulus bisa ikut lulus juga,” katanya.

dr Hidayatullah menjelaskan lebih lanjut, peraihan Akreditasi Versi 2012 di tingkat Paripurna ini yang dinilai dari kinerja 15 Pokja rumah sakit. Mulai dari administrasi, hingga berbagai pelayanan yang ada di rumah sakit. Jadi RSI Siti Hajar merupakan satu-satunya rumah sakit milik NU yang ada di Indonesia, yang meraih Akreditasi Versi 2012 di tingkat paripurna.

Sedangkan di Kabupaten Sidoarjo sendiri, RSI Siti Hajar merupakan rumah sakit swasta yang pertama kali meraih predikat itu. “Kami rumah sakit ke-199 dari sekitar 3.500-an rumah sakit yang ada di Indonesia yang meraih akreditasi ini,” ujar Hidayatullah.

Sementara, pemilik RSI Siti Hajar, KH Rofiq Siradj mengatakan perjuangan meraih predikat paripurna dalam Akreditasi Versi 2012 dilakukan pihaknya selama sekitar 4 tahun. Upaya berbenah diri menjadi prioritas utama. Mulai dari lampu rumah sakit yang terlalu redup, genangan di kamar mandi, cat dinding, hingga senyum para pegawainya. Sekitar 4 tahun saya evaluasi. Akhirnya tidak sia-sia dan berhasil hingga seperti ini. “Ya Alhamdulillah, capaian prestasi ini berkat kerja bersama suluruh jajaran rumah sakit. Kalau kita kerja keras dan kompak bersama-sama, serta didorong dengan do’a tentu akan membuahkan hasil,” tegas Gus Rofiq sapaan sehari-harinya.as

Komentar