Santri Ponpes Ahlus Shofa Wal Wafa Belajar Jurnalis, Sarana Dakwah Bil Qolam

Pengasuh Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, KH Mohammad Nizam menyerahkan cindera mata kepada Wakil Ketua PWI Sidoarjo, Achmad Suprayogi (baju putih). as

Sidoarjo Pos-Agar para santinya lebih kreatif dan inovatif dalam menulis, sekitar 43 santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo mendapat pelatihan Jurnalistik.

Kegiatan yang dilakukan jelang berbuka puasa itu, para santri tampak begitu antusias mengikuti Workshop Jurnalistik, yang disampaikan oleh pembicara, Wakil Ketua PWI Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Suprayogi, Kamis (1/6/2017).

Dalam menyampaikan materinya, pria yang akrab disapa Ahmad ini menyebutkan, seorang jurnalis harus paham 5W 1H (what, where, when, who, why, how). “Untuk menjadi jurnalis hebat, kuncinya sering latihan, baik wawancara maupun menulis. Dan yang lebih penting lagi, jangan menuangkan ego penulisnya. Buatlah pembaca mengerti, memahami tulisan anda. Karena dengan tulisan bisa juga sebagai media dakwah,” katanya.

Ghufron, 52, peserta asal Tulangan mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Saya jadi tahu tata cara menulis yang baik dan benar. Dari hasil workshop ini saya jadi tahu kalau selama ini tulisan saya banyak yang salah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Novi Aryani, 32. Menurut wanita yang juga reporter majalah milik pesantren ini, dengan adanya kegiatan ini bisa menambah wawasan bagi jurnalis baru. “Dan banyak ilmu yang tidak saya ketahui sebelumnya dari workshop ini,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, KH Mohammad Nizam mengaku sangat senang dengan adanya workshop jurnalistik ini. Ia yang juga memiliki dua majalah ini berharap agar santrinya terus mengasah kemampuan jurnalistiknya.

Pencipta ‘Syi’ir Tanpo Waton’ ini juga mengaku kalau sejak dulu sangat senang dengan jurnalistik, karena dakwah bil qolam itu bisa sampai kemana-mana dibanding dakwah bil lisan. “Sebenarnya santri-santri itu memiliki wawasan yang luar biasa, hanya saja mereka lemah dalam jurnalistik. Dengan kegiatan ini saya berharap para santri giat belajar agar bisa nantinya melakukan dakwah dengan tulisan,” tutur Gus Nizam_sapaan akrabnya.as

Komentar