SD Islam Terpadu Insan Kamil Sidoarjo Beri Pemahaman Siswanya Untuk Cinta NKRI

Sidoarjopos-Meski terbilang masih anak-anak, namun tidak menjadi halangan bagi siswa SDIT Insan Kamil (Inka) Sidoarjo untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Hal tersebut dibuktikan siswa SDIT Inka Sidoarjo dengan mengikuti seminar daring via zoom yang berlangsung mulai pk 09.00-10.30 pada Rabu (19/8/2020) pagi tadi.

Sebanyak 218 siswa yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6, sangat antusias, aktif menyimak kegiatan bertajuk ‘Kewajiban Seorang Muslim Dalam Bela Negara.’ Program tersebut dilakukan sebagai upaya SDIT Insan Kamil menunjukkan peranannya dalam bela negara. “Apalagi kegiatannya bertepatan dengan Dirgahayu Republik Indonesia ke 75,” tutur Kepala SDIT Inka Sidoarjo Ustazah Leily Prihatiningtyas ST.

Siswa SD IT Inka antusias mengikuti seminar kebangsaan. agi
Siswa SD IT Inka antusias mengikuti seminar kebangsaan. agi

Secara khusus hadir dalam acara tersebut seorang guru tamu, yakni Letkol Laut Drs. Ambar Kristianto, M.Si selaku Ketua Komite SDIT Inka Sidoarjo menyampaikan tentang kewajiban bela negara. Menurutnya, bela negara merupakan bagian dari cinta NKRI.

Ambar juga menegaskan bahwa bela negara diatur dalam UUD 1945, tepatnya di Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi, Setiap Warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. ”Dengan dasar itulah, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk bela negara. Untuk itu, siswa harus dibekali nilai-nilai dasar dalam upaya bela negara, antara lain: cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Tak lupa di akhir sesi webinar, Ustazah Leily Prihatiningtyas juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dan mendukung terselenggaranya acara tersebut. “Alhamdulillah acara berjalan lancar dan semoga apa yang kami lakukan di momentum ini dapat menjadikan siswa semakin cinta dan sadar akan perannya dalam mengisi kemerdekaan,” tutur Ustazah Leily.

Ia berharap, bahwa dengan adanya acara semacam ini dapat menjadikan para siswanya semakin paham akan arti kata ‘merdeka’. Anak-anak juga semakin paham konsekuensi sebagai anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Para siswa bisa mengisi kemerdekaan dengan semakin rajin belajar dan berprestasi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. “Hal tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,” katanya.

Selain itu, momen ini juga diharapkan dapat menjadikan siswanya memiliki cita-cita sukses di dunia dan akhirat. Karena itu bela negara merupakan salah satu yang dapat dilakukan siswa. “Hal tersebut bisa dilakukan dengan meneladani perjuangan para pahlawan terdahulu, seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asya’ri, Pangeran Antasari, Bung Tomo, Ir. Soekarno, dan lainnya,” pungkas Utazah Leily. agi

 

Komentar