Sekolah Dasar di Sidoarjo Mendapat Tambahan Pelajaran Pengelolaan Keuangan

Wakil Bupati bersama Dinas Pendidikan serta pihak penyelenggara sedang menandatangani kesepakatan/MoU. as

Sidoarjo Pos-Para siswa-siswi sekolah dasar, khususnya kelas tiga yang ada di wilayah Sidoarjo akan mendapatkan tambahan beban ilmu tentang pengelolaan keuangan. Pelajaran tersebut akan dimasukkan di jam pelajaran pada masing-masing sekolah mulai Maret 2017 ini. Karena program tersebut juga telah disepakati serta juga sudah dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) antara Dinas Pendidikan Sidoarjo dengan pihak pengelola.

            Mereka yang terkena program tersebut adalah seluruh sekolah dasar negeri atau sebanyak 472 SDN dan 75 SD Swasta di wilayah Sidoarjo khususnya kelas tiga akan mendapatkan tambahan pelajaran baru, ilmu tentang bagaimana cara mengelola keuangan. Diantaranya bagaimana cara memperolehnya, menyimpan, membelanjakan maupun menyumbangkannya.

            Program tersebut sudah disepakati untuk dimasukkan dalam program kurikulum pemelajaran, dan langsung dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) antara Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Sidoarjo dan pihak penyelenggara Prudence Foundation, yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Rabu(8/3) di ruang pertemuan SMPN 4 Sidoarjo.

             Sekretaris Dindik Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi menjelaskan kalau program tersebut tidak akan membebani para sisswa, karena dilakukan pelatihan terhadap para guru-gurunya terlebih dahulu. Nantinya, guru-guru itulah yang memberikan pembelajaran di sekolah masing-masing secara bertahap. Tambahan pelajaran ini tidak akan membebani para siswa, karena dalam penerapanya tidak dilakukan langsung berhadap antara guru dan murid. “Tetapi dengan cara-cara yang santai, pendekatan melalui musik, dengan game serta dengan teks yang mudah diingat-ingat oleh anak-anak,” jelasnya.

            Direktur Eksekutif Yayasan Prudence, Marc Fancy mengaku sangat berterima kasih kepada Pemkab Sidoarjo karena telah memasukkan nilai-nilai pengelolaan dasar keuangan kedalam kurikulum sekolah dasar. “Kami percaya, karena tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mendorong pengaturan keuangan kepada anak-anak, selain dengan memberikan pengajaran dan pelatihan secara langsung di sekolah-sekolah,” katanya.

            Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin meminta dalam penerapan program ini supaya bisa dilakukan dengan baik, agar apa yang diharapkan nantinya bisa berjalan secara efektif. Monitoring dan evaluasi juga harus tetap dilakukan secara rutih untuk mengetahui bagaimana pelajaran tersebut bisa diterima oleh para siswa. “Kalau semuanya sudah berjalan dengan baik, berarti pelajaran tersebut bisa diterima oleh anak-anak sekolah,” pinta Wabup Nur Ahmad Syaifuddin. as

Komentar