Seluruh Dosen dan Pejabat Struktural Umsida Mulai Divaksin Di RS Aisyiyah Siti Fatimah

Terlihat dosen dan tenaga struktural Umsida yang antusias mengikuti vaksin. agi

Sidoarjopos-Ikhtiar memutus tali penyebaran virus Covid 19 di lingkungan sekitarnya. Seluruh dosen dan karyawan Univeritas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mulai divaksin secara bertahap. Dari jumlah seluruhnya sekitar 450 orang, untuk tahap pertama diberikan kepada 200 orang.

Rektor  Umsida Dr Hidayatulloh MSi menjelaskan kalau pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Sidoarjo, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Sidoarjo, bahwa telah mengajukan data sebanyak 400 orang. Namun dari pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo memberikan kuota tahap pertama ini sebanyak 200 vaksin.

Oleh karena itu yang kita wajibkan untuk vaksin sekarang adalah tenaga kependidikan dan pejabat struktural. “Sementara untuk dosen, kemungkinan juga bisa ikut di tempatknya masing-masing. Apalagi dosen tidak tetap, sangat dimungkinkan sekali,” jelas Hidayatulloh usai memantau jalannya vaksinasi di RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo, pada (16/3/2021) pagi.

Ia katakan, kalau kegaitan ini melanjutkan program pemerintah, setelah kita mendapat penjelasan dari BPOM bahwa vaksin aman dan dari MUI bahwa vaksi halal, juga kebijakan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mendorong seluruh keluarga Muhammadiyah untuk mengikuti program vaksinasi.

 “Kami dari Umsida menyadari betul, sebagai lembaga yang melayani jasa pendidikan bisa menjadi layanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat, kami juga sangat senang karena pemerintah memberikan respon cepat program vaksinasi seperti yang kita lakukan sekarang ini,” tegas Hidayatulloh.

Sementara itu Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo dr Tjatur Prijambodo MKes menambahkan kalau pihaknya telah mempersiapkan tenaga medis dan tempat secara maksimal. “Termasuk menyediakan tempat-tempat isolasi dan perawatan bila ada reakasi-reaksi usai divaksin,” jelasnya.

Bukan itu saja, kami juga sudah melakukan kontrol pendataan secara khusus dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo terlebih dahulu. “Jadi siapa-siapa saja yang telah divaksin itu sudah tercatat dengan baik. Tercatat secara akhurat karena menggunakan aplikasi dan data khusus,” tegas Tjatur Prijambodo. agi

Komentar