Sengketa TKD Sidomulyo, Berencana Dibangun Gedung Serbaguna

Suasana peninjauan obyek sengketa tanah antara pengggugat dan tergugat. usi

Sidoarjopos- Gugatan atas sengketa kepemilikan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 890 meter persegi antara tiga kepala keluarga yang bermukim di Jalan Demang Singomenggolo RT 03 RW 01 dengan Pemerintah Desa Sidomulyo menempuh jalur hukum. Satu keluarga sudah bersedia untuk pindah sedangkan dua keluarga lainnya masih bertahan. Peninjauan obyek sengketa sendiri, di hadiri  forkopimka Buduran, babimkamtibnas, babinsa, satpol pp, perwakilan dari Dinas PMD Sidoarjo, pihak tergugat dan penggugat hingga tim kuasa hukum masing – masing dari Pengadilan Tinggi Negeri Sidoarjo guna mencari solusi terbaik, Jumat (4/9).

Nur Hidayat selaku Kepala Desa Sidomulyo sebagai pihak penggugat menegaskan bahwa ini merupakan Tanah Kas Desa (TKD) dari dahulu maupun yang akan datang tidak akan berubah kepemilikannya. Dari bukti kepemilikan seperti surat leter C, pembayaran pajak, peta block desa dan didukung para saksi – saksi dari tokoh masyarakat setempat merupakan murni tanah aset desa. Rencana kedepan TKD ini akan dibangun gedung serba guna untuk kemaslahatan masyarakat Desa Sidomulyo. Pada prinsipnya, pemerintah desa tidak akan memberikan beban atau pekerjaan rumah bagi anak cucu kelak. Secepatnya  persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan sebaik mungkin dan TKD tersebut bisa dimanfaatkan sepenuhnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan ditinjau langsung obyek tanah sengketa oleh Pengadilan Tinggi Negeri Sidoarjo, dapat memberikan penilaian sesuai fakta yang ada serta kepastian hukum atas apa yang menjadi gugatan dari Pemerintah Desa Sidomulyo. Pihak tergugat sama sekali tidak mempunyai selembar alat bukti apa pun atas kepemilikan tanah yang menjadi sengketa,: ungkapnya.

Sementara itu, Achmad Boesiri selaku perwakilan tergugat mengatakan sejak tahun sebelum Indonesia Merdeka bapak dan ibunya terdahulu merupakan pegawai dari pemilik tanah yang sah. Yaitu kepemilikannya atas nama tim Awi (warga negara Belanda) sesuai surat leter C desa nomer 170 berada diobyek ini. Setelah Indonesia merdeka Tim Awi pulang ke negaranya di Belanda, sedangkan tanah yang ditempati sebelumnya diserahkan atau dihibahkan ke pihak tergugat,” jelasnya kepada awak media. usi

 

Komentar