Siswa SMP Al Muslim Ajak Siswa Sekolah Imbas Uji Kualitas Air di PDAM Sidoarjo

Para siswa sedang melakukan uji lab air bahan baku PDAM Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Belum banyak diketahui oleh para pelajar, bahwa setiap tanggal 22 Maret merupakan peringatan Hari Air Sedunia. Oleh karena itu, SMP Al Muslim sebagai Sekolah Adiwiyata wajib mengajak 10 sekolah yang menjadi Imbasnya, untuk memperingantinya.

            Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. SMP Al Muslim berkewajiban memiliki 10 sekolah Imbas, diantaranya SMA Al Muslim, SMP Santo Yusup, SDN Wadungasri, SDN Tambak Sumur, SDN Cemandi, SDN Sedati Agung, MI Hasanudin, dan MI, MTs, MA Nurul Huda Kalanganyar, untuk dibina menuju sekolah Adiwiyata Kabupaten. “Pada kegiatan ini, setiap Sekolah Imbas megirimkan lima siswa dan seorang pendamping serta membawa sampel air sungai terdekat minimal 3 liter,” jelas Humas Al Muslim Siti Aminah pada acara gelar Aksi Lingkungan Al Muslim di IPA PDAM Tawangsari Kecamatan Taman, Rabu(23/3/2017).

            Dalam peringatan Hari Air tahun ini puluhan siswa SMP Al Muslim bersama sekolah Imbas Adiwiyata menggelarkegiatan berupa  kampanye, teaterikal, dan uji kualitas air sungai di Instalasi Penjernihan Air (IPA) PT Taman Tirta Sidoarjo (TTS) Desa Tawangsari, KecamatanTaman, Kabupaten Sidoarjo dengan tema ‘Selamatkan Air Untuk Kehidupam,’sebagai upaya mengajak masyarakat, pemerintah dan setiap pemangku kepentingan untuk peduli air.

            Para siswa melakukan pengamatan dan uji kualitas air sungai ini bertujuan untuk membandingkan bagaimana air yang layak dikonsumsi atau tidak. Pada kegiatan tersebut, para siswa mendapat pemaparan tentang kualitas air dari narasumber petugas PDAM Sidoarjo. “Selain diskusi, para siswa juga melihat simulasi bagaimana air sungai menjadi air yang layak konsumsi,” terangnya.

            Dari kegiatan ini, kita dapat mengambil pembelajaran bahwa kita harus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah maupun limbah yang lainnya di sungai. Sebab, air yang layak kita konsumsi berasal dari sungai dengan kriteria yang telah ditentukan. “Ketika air sungai telah tercemar dan tidak ada bahan baku yang digunakan untuk pengolahan air bersih, maka makhluk hidupnya juga akan mendapat dampaknya, dan ekosistemnya juga akan terganggu,” pungkas Siti Amina. as

Komentar