SMAMDA dan Umsida Prakarsai Bangun Pusat Dakwah Senilai Rp 30 M

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Rektor Umsida saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan M asjid An-Nur. a

Sidoarjo Pos-Karena tuntutan generasi kedepan harus lebih cerdas, tidak ketinggalan dengan Iptek (Ilmu dan teknologi) agar menjadi orang-orang yang unggul dengan tetap memiliki jiwa religius. SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendirikan Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo.
      Proses awal pembangunannya telah dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama perluasan Masjid An-Nur oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir, M.Si dengan didampingi Rektor Umsida Hidayatulloh, pada Minggu(19/11). Dengan estimasi anggaran sebesar Rp 30 miliyar.
        Rektor Umsidah Hidayatulloh menjelaskan kalau program ini merupakan adanya kesadaran kolektif antara Umsida, SMAMDA, PD Muhammadiyah, PC Muhammadiyah yang telah bersepakat renovasi dan pembangunan masjid ini dan membangun pusat dakwah.
    Kapasitas masjid yang sehari-harinya sekitar 2.000 jamaah, kedepan akan kita tingkatkan menjadi sekitar 3.000 jamaan. Nantinya masjid akan diperlebar ke kanan dan ke kiri masing-masing 4 meter, serta akan ditingkatan menjadi lantai III. “Sementara dibelakangnya akan dibangun gedang tingkat 7, dan gedung itulah yang nantikan dijadikan pusat dakwah Muhammadiyah se Sidoarjo,” jelas Hidayatulloh.
     Menurutnya, yang bertanggungjawab pendanaannya diserahkan kepada SMAMDA dan Umsida. Untuk awal ini SMAMDA memberikan dana sebesar Rp 3 M dan Umsida sebesar Rp 5 miliyar, dari dua lembaga ini sudah terkumpul sebesar Rp 8 miliyar. “Tentunya, sambil seiring sejalan dengan pembangunannya, kami harapkan anggaran dari masyarakat juga akan ikut mengalir. Kami targetkan pembangunan ini akan tuntas sekitar satu tahun,” harapnya.
Jadi, komplek Muhammadiyah Sidoarjo ini akan dijadikan Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo. Posisi Masjid An Nur ini berada ditengah-tengah antara SMAMDA dan Umsida. Kita ingin memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat agar lebih tenang menikmati ibadah. “Lebih-lebih setiap jumat kondisi masjid juga sudah tidak muat. Makanya Masjid An Nur ini juga harus representative,” pungkas Hidayatulloh.
        Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si mengatakan kalau Masjid An-Nur yang berada di tengah komplek pendidikan merupakan ini bentuk kemandirian Muhammadiyah. Pihaknya berharap masjid ini menjadi kekuatan rohani seluruh civitas akademi Umsida dan SMAMDA.
           “Masjid ini kan berada di Komplek pendidikan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sidoarjo, saya berharap Masjid An-Nur ini bakal jadi pusat pembentukan jiwa religius generasi unggulan dan cerdas serta berakhlak mulia,” harap Haedar usai peletakan batu pertama.
        Ia juga menjelaskan, kalau pembangunan masjid ini penting, lantaran generasi milenia kedepan adalah generasi yang cerdas menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta menjadi generasi unggulan yang berjiwa religius. “Sedangkan generasi unggulan yang religius itu menjadi komitmen Muhammadiyah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM),” jelas Haedar Nasir. as

Komentar