SMAMDA Sidoarjo Dipercaya Jepang Juga Ditunjuk Kemendikbud Jadi Sekolah Rujukan

Suasana pelepasan dan penyambutan guru asal Jepan Ejima Ayae dan Matsumoto Sumire di SMAMDA Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Setelah menuntaskan program mengajar di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, guru yang bersetatus mahasiswa dari University Sunajuku, Tokyo, Jepang, Ejima Ayae akan digantikan oleh Matsumoto Sumire selama satu tahun kedepan.

            Dalam proses pembelajaran, Pemerintah Jepang telah mempercayai SMAMDA Sidoarjo, sehingga mereka menempatkan guru-guru asal Jepang untuk mengajar kepada para siswa-siswi tentang hal budaya dan bahasa. Keduanya ditunjuk untuk mengajar di SMAMDA melalui Japan Foundation, Nihongo Partners yang ada di Jakarta.

            Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo, Wigatiningsih, S.Pd mengatakan kalau di sekolahnya ada tiga program studi peminatan, yakni IPA, IPS serta Bahasa dan Budaya. Untuk studi bahasa telah kami dirikan pada tahun 2004, dan sampai sekarang masih konsisten. “Sehingga kami mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah Jepang untuk menempatkan guru-guru dari Jepang mengajar di sini, melalui Japan Foundation, Nihongo Partners tersebut,” katanya.

            Jadi sekarang ini tinggal memetik hasil panennya, karena kami tiap tahun juga bisa mengirimkan dua pelajar untuk belajar ke Jepang. Karena program bahasa dan budaya juga sudah bekerjasama dengan Konjen Jepang yang berkantor di Surabaya. “Dengan program Genesis nya, tiap tahun ada dua siswa terpilih dikirim untuk belajar ke Jepang,” jelas Wigatiningsih saat press conference di Aula SMAMDA Sidoarjo (18/08/2016).

            Lanjutnya, tahun ini, SMAMDA Sidoarjo juga telah ditunjuk sebagai salah satu sekolah rujukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Seluruh Indonesia sebanyak 614 sekolah, salah satunya adalah SMAMDA Sidoarjo. “Sekolah rujukan itu bertujuan untuk memberikan praktik pendidikan yang baik kepada sekolah lain, yang ada di sekitarnya. Dengan harapan, bisa maju bersama, dan hebat semua,” ujarnya.

            Sementara itu, guru pengganti Ejima Ayae, Matsumoto Sumire mengatakan telah mempersiapkan semuanya, termasuk akan mempelajari budaya yang ada di Indonesia. Seperti kerajinan batik. Selain mengajar dan menerapkan budaya yang ada di Jepang, di sini saya juga ingin belajar tentang budaya yang ada di Indonesia. “Bahkan, saya juga tengah mempersiapkan belajar tentang agama Islam, agar tidak kaget melihat kondisi di Indonesia yang mayoritasnya orang Islam,” ucap Sumire. as

Komentar