SMK Antartika 2 Buduran Siapkan Skill dan Mental Siswanya Untuk Bekerja di Luar Negeri

Kepala SMK Antartika 2 Buduran Imam Jawahir saat memberikan pemahaman program sekolah kepada wali murid. as

Sidoarjo Pos-Dalam memotivasi keinginan para siswa untuk berprestasi dengan jangkauan yang lebih luas, bekerja ke luar negeri perlu  adanya sinkronisasi dengan orangtua. Oleh karena itu, SMK Antartika 2 Buduran, Sidoarjo telah mengundang sebanyak 770 orangtua/wali murid Kelas X untuk diberikan Sosialisasi ‘Program Kegiatan Tahun 2018/2019 Berkarakter, Berkarya dan Berprestasi’.

Diantara program-program yang dijabarkan langsung oleh Kepala SMK Antartika 2  Buduran, Sidoarjo Imam Jawahir, S.Pd M.Pd tadi pagi(27/10/2018), yakni LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), ability skill/kemampuan siap kerja. Kenyataannya program siap kerja itu tidak mudah. Anak-anak masih terkendala, kalau dapat pekerjaan itu selalu alasan jauh, atau sebaliknya, orangtuanya yang bilang jangan jauh-jauh. ”Sehingga anak-anak itu perlu dilatih untuk kerjasama, kolaborasi dengan tamannya. Latihan berkomunikasi dengan oranglain, biar tidak ada rasa takud/minder. Disamping itu tujuan kita menghadirkan wali murid adalah mensinkronkan keinginan siswa dengan orangtuanya, ” jelas Imam Jawahir.

Untuk mencarikan solusinya, program kami adalah anak-akan diterjunkan langsung ke desa-desa, dilatih menghadapi/berkomunikasi dengan masyarakat langsung dalam bentuk program kerja, seperti KKN. Kami juga mengadakan pelatihan kerja, yang bekerjasama dengan lembaga LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) luar negeri yang ada di Indonesia, diantaranya Kizuna dari Jepang,  AAMC Australia (Australian Academy of Mentoring and Coaching). “Termasuk juga ada perusahaan Malaysia yang siap menampung anak-anak Prakerin (Praktek Kerja Industri) di sana, dengan durasi 3 hingga 6 bulan,” terangnya.

Dalam kerjasama ini, anak-anak dilatih mulai dari merancang pekerjaan, mengembangkan pekerjaan, mempertahankan pekerjaan, juga mengembangkan potensi diri. “ Potensi diri harus dikembangkan supaya anak-anak tidak jadi kuli terus. Harus berkembang, sesuai potensi masing-masing. Kalau di AAMC ini juga ada juga tindak lanjutnya, yakni magang kerja di Philipina

Lanjutnya, untuk Jepang, materi apa, pelatihannya apa. Ini kurikulumnya harus disiapkan sejak awal, diantaranya adalah mengenai bahasa. Anak-anak juga sudah dilatih setiap hari. Juga materi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang ada di Jepang. “Jadi pada saat pelajaran, juga ada pelatihannya secarang langsung dari Kizuna. Begitu anak-anak sudah lulus sudah siap secara administrasi, skill, sehingga harapan kita lulus bisa langsung berangkat ke Jepang,” harap Imam Jawahir usai memberikan penjelasan kepada orangtua.

“Tetapi ini semua menyangkut ke negeri orang lain. Maka harus dipersiapkan segala sesuatunya sejak sekarang. Mulai mentalnya, skillnya, administrasinya. Sehingga mereka tidak down, legalitasnya sudah terpenuhi, jangan sampai ilegal, karena akan sangat bahaya untuk kita, baik sekolah, orangtua maupun negara,” pungkasnya.

Sementara itu Advisory LPK Kizuna, Gunawan Wibisono juga menjelaskan keperluan apa saja bagi siswa yang siap mengikuti program ke Jepang, dan itu sudah kami berikan secara bertahap sejak awal di SMK Antartika 2 ini. “Jadi setelah mereka lulus, langsung diikutkan tes seleksi, baru setelah itu mereka bisa ikut magang ke Jepang. Baik melalui swasta maupun negeri,” jelas Gunawan. as

Komentar