SMK Antartika 2 Sidoarjo Lestarikan Kesenian Tradisional Yang Hampir Punah

Tari Gambyong dan gamelan yang diperankan oleh semua siswa sebagai pembuka pergelaran kesenian tradisional di SMK Antartika 2 Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Untuk melestarikan seni tradisional yang hampir punah oleh perkembangan zaman. SMK Antartika 2 Sidoarjo telah memfasilitasi siswa-siswinya untuk membantu pemerintah dalam melestarikan seni budaya/kesenian tradisonal yang telah ditinggalkan oleh kalangan remaja.

            Kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, serta Hari Ulang Tahun SMK Antartika 2 Sidoarjo yang ke 15, tepatnya pada tanggal 22 April 2017. Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya Pawai budaya/parade kartini, Kolaborasi Karawitan, Biola, Band, Drum band, Kolintang, Fashion Show serta Musik Ptrol.

            Menurut Kepala SMK Antartika 2 Sidoarjo menjelaskan kalai kita harus sebagai pelaku langsung, bukan hanya penonton budaya karawitan/budaya jawa yang dimainkan oleh bangsa luar negeri.

   Makanya, kegiatan peringatan hari Kartini ini juga dalam rangka penguatan karakter bangsa melalui seni budaya bangsa Indonesia, yaitu Karawitan, Kolintang, yang di kolaborasi dengan Terompet Drum band, Biola dan Band. Juga memperkuat generasi muda mencintsi budaya bangsa.

       Jadi, berprestasi melalui budaya yang berarti cinta budaya bangsa bukan berarti ‘ndeso’. Namun sebagai wujud menghargai budaya bangsa melalui pelestarian cinta budaya Indonesia secara langsung, yang berperan sebagai pemain. “Kami cinta dan bangga, atas perjuanga pahlawan bangsa dalam, khususnya Raden Ajeng Kartini yang telah gigih memperjuangkan hak dan martabat kaum Putri Indonesia,” pungkas Imam Jawahir.

    Diananda Isna Putri salah satu siswi yang berperan sebagai ‘Sinden’ mengaku bangga bisa ikut serta melestarikan kesenian tradisional. Karena selama ini anak-anak remaja cenderung meninggalkan kesenian tersebut. Mereka lebih senang dengan budaya-budaya modern yang tidak cocok untuk karakter bangsa kita.

     Ia mengaku dalam kondisi perkembangan jaman sekarang ini sangat susah untuk mencari anak-anak muda yang senang berkarawitan. Makanya, kami sangat berterima kasih dengan SMK Antartika 2 Sidoarjo ini karena telah memfasilitasi segala sarana yang telah kita perlukan. “Saya belajar karawitan sebagi Sinden, awalnya juga dicemooh oleh teman-teman. Kenapa pilih karawitan nggak gaul…… Namun, saya punya keinginan yang kuat hingga bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan sekarang banyak teman-teman yang mengikuti saya belajar kesenian tradisional,” jelas Diananda Isna Putri kelas X Akutansi 1. as

Komentar