SMK Negeri 1 Buduran Wujudkan Siswanya Jadi Start Up Muda Yang Sukses

Kasek SMK Negeri 1 Buduran Agustina yang berada di luar kota sedang membuka acara melalui Daring. agi

Sidoarjopos-Dalam mempersiapkan siswanya bisa bekerja di dunia industri, mengingat masih masa pandemi Covid 19 seperti ini, ditambah industri pariwisata juga masih terlihat lesu. Serta lulusan SMK juga dianggap penyumbang pengangguran terbanyak. Maka SMK Negeri 1 Buduran harus bisa menjawab tantangan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SMK Negeri 1Buduran Sidoarjo Dra Agustina MPd saat membuka ‘Pelatihan dan Program Pengembangan Mewujudkan Peserta Didik Menjadi Start Up Muda yang Sukses’, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM serta beberapa dari perusahaan, pada Rabu (11/11/20) di Auditorium SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo.

Menurut Agustina dalam menjawab tantangan tersebut, strategi yang dilakukan adalah mendorong para siswanya untuk melakukan wirausaha berbasis Daring/Online. Misal, sekolah sudah ada kelas wirausaha, tetapi kelas ini masih melakukan cara penjualannya menggunakan Luring, masih door to door. Dengan cara ini nantinya masih sangat membatasi pasar, makanya sangat ini mendorong siswa agar melakukan penjualan secara online, yang pangsa pasarnya lebih luas.

Lanjutnya, caranya adalah dengan memviral/menyebar luaskan produk yang kita hasilkan dengan cepat dan seluas-luasnya. Namun harus didukung pula dengan produk yang berkualitas, makan kami telah mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan yang akan menjelas bagaimana cara membuat produk yang menyehatkan serta bagaimana proses perijinannya. “Marilah kita terus berupaya dengan baik agar kalian para siswa bisa menjadi start up muda yang sukses dimasa yang akan datang,” terang Agustina.

Petugas dari Dinas Kesehatan Sidoarjo dengan memaparkan materi tentang produk makanan yang sehat. agi
Petugas dari Dinas Kesehatan Sidoarjo dengan memaparkan materi tentang produk makanan yang sehat. agi

Jadi, tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan para siswa untuk bisa menjadi wirausaha yang bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Ada tiga kegiatan yang dilakukan di sini, yakni intrepreneur class dan yang bergabung di sini adalah hanya Jurusan Tata Boga dan Tata Busana yang mempunyai kelas wirausaha. “Saya berpikir, bagaimana untuk siswa yang di luar kelas ini. Mereka juga tidak kita siapkan di industri saja, tetapi mereka juga harus bisa menjadi start up muda yang kreatif dan inovatif. Bahkan kita harapkan akan kita bentuk start up class, yang dilanjutkan dengan program bisnis grup,” harapnya.

Sehingga semua siswa bisa melakukan diskusi dan konsultasi, sharing wirausaha serta juga bisa memanfaatkan saling tukar menukar pikiran tentang membuat produk yang disukai konsumen. “Kalian tidak menjual hasil produk sendiri, namun bisa menjadi reseller, bahkan bisa juga gabung bersama temannya, bisa juga menjualkan produknya sekolah, semuanya bisa kita jual. Tetapi yang saya harapkan para siswa adalah berani menawarkan produk melalui market online. Makanya pelaran simulasi digital sangat berperan sekali mulai kelas X,” tandas Agustina. agi

Komentar