SMK Teknik PAL Digandeng PPNS Dalam Program D2 Fast Track

Sidoarjopos _ Dalam penyiapan tenaga terampil sesuai dengan kebutuhan industri, berbagai program telah digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Salah satunya adalah program Diploma Dua Jalur Cepat atau D2 Fast Track, Jumat (13/11) bertempat di PT. INKA, Madiun.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sukarianto, mensosialisasikan
sekaligus meluncurkan Program Diploma Dua Jalur Cepat secara virtual. Berkenan hadir juga pada kegiatan ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, memberikan  dukungan terhadap program ini.

Program Diploma Dua Jalur Cepat atau D2 Fast Track ini merupakan sebuah program yang dijalankan atas kerjasama Perguruan Tinggi Vokasi, SMK dan Industri. ” Adapun SMK Teknik PAL Surabaya telah bekerjasama dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya selaku Perguruan Tinggi Vokasi, PT PAL Indonesia dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia dari pihak industri,” ucap Kepala SMK Teknik PAL Surabaya, Eko Agus Triswanto, S.Pd., S.Si.

Dia menambahkan, untuk pelaksanaan program D2 Fast Track ini sebelumnya akan dilakukan sinkronisasi kurikulum yang dilakukan oleh pihak Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, SMK Teknik PAL Surabaya dan industri rekanan. Jika pada program D2 reguler memerlukan masa studi selama 10 semester (5 tahun), maka masa studi D2 Fast Track ini selama 9 semester (4,5 tahun), yang terdiri dari 6 semester (3 tahun) di SMK, dan 3 semester (1,5 tahun) di politeknik. Selama 6 semester di SMK, 1 semester diantaranya siswa melakukan pemagangan di perusahaan selama 1 semester yaitu di semester 5 atau semester 6.

Setelah lulus dari SMK, maka melanjutkan ke politeknik selam 3 semester yang terdiri dari 1 semester  perkuliahan di kampus dan 2 semester akhir melakukan pemagangan di industri,” jelasnya.

Dengan program D2 Fast Track yang menerapkan skema keberlanjutan studi Pendidikan vokasi tersebut, diharapkan program ini benar-benar menjadikan link and match antara lembaga pendidikan dan industri dengan indikator lulusan-lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan tingginya keterserapan lulusan di industri, mengingat dalam penyusunan kurikulum serta pembinaan masa studi  siswa dan mahasiswa melibatkan peran industri,” ungkapnya. usi

Komentar