SMKN 1 Sidoarjo Jadi Wakil Jatim Dalam Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional 2017

Rombongan tim juri disambut nyanyian oleh anak-anak PAUD yang berseragam polisi. as

Sidoarjo Pos-Setelah lolos sebagai juara pertama di tingkat Kabupaten Sidoarjo dan berlanjut juara pertama tingkat Propinsi Jawa Timur 2016.  SMKN 1 Sidoarjo langsung mewakili Propinsi Jawa Timur Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional 2017.

          Masuk dalam 10 besar, Tim Juri Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional yang dipimpin Dra. Sri Sularsih, M.Si dari Perpustakaan Nasional R I juga langsung melakukan kunjungan ke Kabupaten Sidoarjo untuk meninjau kondisi yang sebenarnya di Perpustakaan Sekolah SMKN 1 Sidoarjo, (27/7/2017).

         Dengan didampingi Plt. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Drs. Sutjipto dan Kepala SMKN 1 Sidoarjo Abdul Rofiq serta Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur Hasto Hendarto, kehadiran rombongan langsung disambut dengan berbagai atraksi, ketrampilan dan keahlisan para siswa-siswi SMKN 1 Sidoarjo.

           Ketua Tim juri Sri Sularsi mengucapkan selamat atas terpilihnya SMKN 1 Sidoarjo dalam lomba kali ini. SMKN 1 Sidoarjo sudah masuk dalam 10 besar, patut dibanggakan. Oleh karena itu perpustakaan dianggap sebagai jantungnya pendidikan. Perpustakaan sangat mendukung program belajar mengajar. “Jadi kalau perpustakaannya bagus, maka wawasan muridnya juga akan lebih bagus,” tuturnya.

            Menurutnya, ada beberapa unsur yang akan dinilai, diantaranya meliputi luas gedung, isi perpustakaan, jumlah koleksi buku yang ada serta tenaga perpustakaannya sendiri. Selain itu penilaiannya juga mencakup inovasi pelayanannya. Seperti apa bentuk pelayanan yang diberikan dan hasil implementasi dari membaca buku diperpustakaan juga menjadi penilaiannya. “Misalnya, sudah terdapat karya siswa dari hasil membaca buku di perpus sekolahnya, itu menjadi salah satu unsur penilaian,” katanya.

            Kepala Sekolah SMKN 1 Sidoarjo Abdul Rofik mengatakan kalau bangunan perpustakaan sekolah yang dipimpinnya sangat menarik. Bangunan desain gedungnya dibentuk menyerupai buku. Pengelolaannya juga sudah berbasis komputer. Tenaga perpustakaannya juga berkompeten dalam bidangnya. “Dan yang menarik juga disediakan tempat baca di luar ruangan yang diberi nama hutan baca. Untuk menunjang pengelolaan perpustakaannya, pihaknya menganggarkan biaya 5% dari anggaran rutin sekolah,” katanya. as

Komentar