Syekh Abdul Rasyid Beri Motivasi Santri Tahfizd Al Quran SDIT Nurul Fikri Sidoarjo

Syekh Rasyid saat menguji para tahfizd Al Quran Nurul Fikri Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Ingin memberikan motivasi kepada anak-anak didiknya, khususnya siswa SD IT Nurul Fikri agar lebih kuat dan semangat lagi dalam menghafal Al Qur’an. Nurul Fikri Islamic Education Center telah menghadirkan Syekh Abdul Rasyid  Hafidz Cilik Indonesia, tadi pagi (21/7/2019).

Kehadiran Rasyid yang menceritakan perjuangannya bisa menjadi penghafal Al Quran 30 juz tentu tidak mudah, penuh perjuangan, suka cita hingga cemooh orang, bahkan sampai jadi gunjingan warga karena penampilannya yang menggunak pakaian Islami.

Namun, berkat bimbingan ibundanya yang keras, telaten dan penuh dengan istiqomah, hingga kini waktu di usianya yang 5 tahun sudah hafal Al Quran 30 juz. Bahkan Rasyid mampu melantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan menirukan irama 15 Imam di dunia.

Para pengunjung yang memadati Ballroom Fave Hotel pun terkesima dengan penuh keharuan dan kemerduan suara Rasyid. Ketika Ibundanya Yuli menceritakan kisah Rasyid banyak yang meneteskan air mata, bukan hanya ibu-ibu wali santri, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin pun ikut meneteskan air mata haru. Ia pun menikmati dan mengikuti prosesi acara dari awal hingga tuntas.

“Kehadiran Syekh Rasyid sangat memberikan semangat dan motivasi yang cukup tinggi, kepada masyarakat Sidoarjo, termasuk pemerintah. Juga khususnya kepada para wali murid agar tidak ragu-ragu mencetak anak-anaknya untuk menghafal Al Quran. Kalau mereka cinta dan hafal Al Quran, saya yakin mereka juga bisa menjadi warga negara yang baik, generasi penerus bangsa yang sangat baik pula,” tegas Cak Nur_sapaan akrabnya.

Sementara Direktur Nurul Fikri Muammal Jasin juga menuturkan dalam menghadirkan Syekh Rasyid ini dalam rangka memberikan motivasi kepada para santri-santirnya, agar mereka lebih semangat lagi dalam menghafal Al Quran. “Jadi di Nurul Fikri ini yang mempunyai program sekolah yang mengutamakan menghafal Al Quran. Kelas 1 hingga kelas 6, mereka minimal harus bisa menghafal 3 juz,” tuturnya.

Lanjutnya, hafal 3 juz itu standarnya, namun kenyataannya kemampuan anak-anak ini sangat melebihi. Sehingga kami mempunyai program baru lagi untuk menguatkan anak-anak dalam tahassus, yakni targetnya dalam setahun bisa menghafal 5 juz. “Tapi capaiannya sekarang ini bisa 8 juz dalam satu tahun, untuk anak-anak kelas 4 ke kelas 5. Dan kami mengambil waktu menghafal pada jam ke O, yakni pukul 06.00 – 7.30 wib. Selanjutnya materi belajar sekolah umum,” tutur Muammal Jasin.

Jadi tujuan kegiatan kami hari ini adalah selain memberikan penghargaan kepada anak-anak, kami juga ingin semangat ini juga dimiliki oleh banyak orang. Tidak hanya wali murid, tapi masyarakat Sidoarjo pada umumnya. “Makanya, undangan kami tadi hanya sekitar 500 orang, ternyata yang hadir sangat luar biasa, bahkan kami sampai menolak karena keterbatasan tempat,” pungkas Muammal Jasin. as

Komentar