Tim Abdimas Umsida Lakukan Pembinaan Kantin Sehat di SMPN 1 dan SMP N 2 Porong

Tim Abdimas Umsida menyarahkan sound sistem ke manajemen SMPN1 Porong. as

Sidoarjo Pos-Dalam menstandarkan manajemen pengelolaan kantin sekolah, agar lebih bersih, hegienis dan lebih menyehatkan para siswa. Tim Abdimas (Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), turun langsung dilakukan pengarahan dan pembinaan ke siswa SMP Negeri 1 Porong dan SMP Negeri 2 Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Program yang diberikan ke kedua sekolah tersebut agar kantin sekolah bisa melakukan manajemen, sesuai standar Departemen Kesehatan maupun Deperteman Pendidikan tentang Kantin Sehat Sekolah. “Jadi harus ada SOP (Standar Operasional Proseduh) yang dibuat,  sebelumnya ada, tapi masih sedikit dan belum jalan. Sekarang ini sudah ditambahi SOP yang sangat standar, dan harus dijalankan,” jelas Ketua Tim Abdimas Umsida Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST.MM.M.Kes bersama Fitri Nur Latifah, SE, M.E.Sy usai menyerahkan bantuan sarana dan prasarana di SMPN 1 Porong, (21/8/2018) tadi pagi.

Menurutnya, program ini dilakukan selama 6 bulan sejak Pebruari 2018, kami terus memberikan pemahaman kepada siswa, pengelola kantin dan penjual tentang makanan sehat maupun hal-hal yang terkait dengan makanan sehat. Misalnya, tempat makanan dan minuman yang sebelumnya menggunakan plastik, utamanya makanan panas, mie rebus, bakso, minuman teh panas, kacang ijo panas dan susu panas itu akan banyak mudharatnya terhadap kesehatan. “Makanya, harus diganti dengan gelas dan mangkok sesuai standar, dan kami juga telah memberikan bantuan sound sistem, kipas angin, celemek dari program Kementerian Dikti (Pendidikan Tinggi),” tegas Sri Mukhodim Faridah Hanum yang juga sebagai Dekan Fikes Umsida Sidoarjo.

Para siswi sedang antri di kantin, saat tim Abdimas Umsida melakukan pemantauan. as
Para siswi sedang antri di kantin sehat SMPN 2 Porong, bersamaan tim Abdimas Umsida melakukan pemantauan. as

Lanjutnya, kita juga memberikan pelatihan-pelatihan materi tentang gizi, makanya makanan yang dijual itu harus memenuhi gizi seimbang untuk remaja. Karena remaja usia 12 hingga 15 tahun itu tumbuh kembangnya membutuhkan energy cukup, gizinya, protein dan karbohidrat harus yang cukup. “Karena, para siswa ini rata-rata sehari  di sekolah. Sehingga kedepannya, mereka tiga tahun di SMP dan tiga tahun di SMA hingga lulus, jangan sampai mendapatkan makanan yang tidak sehat, atau mendapat makanan kimia yang dapat meracuni tumbuh siswa,” terangnya.

Adapun, pilihan program Abdimas Umsida Sidoarjo ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Porong ini, sudah dilakukan survey terlebih dahulu, dan kondisi memang perlu ada perubahan pengetahuan tentang kesehatan. Pihak sekolah sangat well come tentang perubahan ini, khsusus SMPN 2 Porong akan menjadi rujukan kantin sehat se Sidoarjo untuk kedepannya. “Dengan adanya program Abdimas Umsida yang bekerjasama dengan Kementerian Dikti ini, diharapkan ada tambahan ilmu pengetahuan tentang pengelolaan kantin sehat, dan tahun 2019 diharapkan bisa menjadi pemenang maupun rujukan kantin sehat untuk sekolah yang lain,” pungkas Sri Mukhodim Faridah Hanum usai memantau kondisi Kantin Sehat di SMPN 2 Porong, Sidoarjo.

Sementara itu, Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 1 Porong, Dra. Sulami mengaku pembinaan dan bantuan yang diberikan Abdimas Umsida sangat bermanfaat sekali, terutama untuk kesehatan anak-anak kedepannya. Sekarang ini sudah tidak menggunakan tempat makanan dan minuman dari plastik.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pengelolan Kantin Sehat SMPN 2 Porong, Jannati yang menjelaskan kalau sebelum plastik bekas makanan dan minuman itu berserakan, sekarang sudah tidak ada lagi. Termasuk penggunaan tusuk untuk makanan ringan ‘sempol’ itu juga tidak boleh. “Jadi kondisinya sekarang ini lebih nyaman dan lebih bersih. Anak-anak pun nyaman dan aman dalam menikmati jajanan di kantin sekolah ini,” jelas Jannati yang juga sebagai guru PPKn.

Salah satu pedagang makanan dan minuman, Istiqomah mengaku pernah ditanya oleh anak-anak kenapa tidak memakai plastik, biar enak dibawa kemana-mana. Terus kami jelaskan sekarang tidak boleh, karena tidak menyehatkan. Plastik akan mengotori lingkungan, juga tidak menyehatkan untuk makanan dan minuman yang panas. “Setelah dijelaskan, ternyata anak-anak mau dan menurut hingga sekarang ini,” jelas Istiqomah yang sudah 4 tahun jaualan di kantin SMPN 2 Porong. as

Komentar