Umsida Akan Berdayakan Desa Untuk Mandiri Melalui Program KKN Terpadu 2017

Dosen Fakultas Tehnik Ribangun Baman Jakaria saat memberikan pembekalan. as

Sidoarjo Pos-Untuk dapat mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh di bangku  belajar dan agar dapat diaplikasikan di masyarakat. Sebanyak 1.099 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dari berbagai jurusan telah dipersiapkan dalam program KKN Terpadu 2017, bertemakan ‘Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Desa’.

           Guna kesiapan mahasiswa dalam mengabdi di masyarakat telah dilakukan rangkaian pembekalan yang dilakukan sejak tanggal 8, 9 dan 15 Juli 2017 tadi pagi, yang dikemas dalam tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Desa’.

          Usai memberikan materi Ketua Panitia KKN Terpadu 2017 Umsida, Ribangun Bamban Jakaria, ST MM menyatakan kalau materi-materi yang diberikan tentang teknis pelaksanaan KKN. Kali ini akan diikuti oleh 1.099 mahasiswa, terdiri dari 460 putra dan 639 putri, yang tersebar di 12 kecamatan 34 desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

         Lebih lanjut dijelaskan Ribangun, bahwa model KKN Terpadu kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, yaitu menggabungkan dua model kegiatan KKN di dalam satu desa, yaitu ‘based on activity’ dan ‘based on project’.

        ‘Based on activity’ sebuah model yang diterapkan semata-mata fokus pada pelaksanaan berdasarkan aktivitas yang dijalani di masyarakat. Sehingga model ini cocok bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang non kerja. Sementara ‘based on project’ suatu model yang dilakukan berdasarkan hasil capaian yang fokus pada bidang tugas tertentu. “Sehingga model KKN seperti ini diterapkan pada mahasiswa yang berlatar belakang pekerja,” jelasnya.

          Menurut Dosen Fakultas Tehnik Umsida ini kedua model tersebut masing-masing berfungsi sebagai bagian penguat dalam merealisasi program kerja KKN di masyarakat. Selain itu, mahasiswa yang diterjunkan nantinya dalam pemenuhan kewajiban Satuan Kredit Semester yang harus di capai antara 95 hingga 100 SKS, sehingga KKN kali ini lebih selektif dalam pemenuhan syarat akademik mahasiswa.

          “Jadi bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa saja, tetapi ada program-program penting yang diberikan kepada masyarakat, supaya masyarakat bisa mandiri,” jelas Ribangun saat ditemui usai memberikan pembekalan di Gedung Kyai Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, (15/7/2017) tadi pagi.

         Sementara itu banyaknya mahasiswa yang memiliki latar belakang pekerja dan ikut dalam KKN terpadu 2017, harus ada kemudahan yang diberikan kepada mahasiswa tersebut. Sehingga model based on project menjadi solusi mereka untuk dapat mengaktualisasi program yang mereka lakukan di masyarakat. “Jadi karena historinya berangkat dari mahasiswa kerja, maka akan memberikan konsep KKN yang agak berbeda dengan sebelumnya,” pungkasnya.

         Salah satu mahasiswi yang ikut dalam pembekalan tersebut, Angelia Aprilia Cahyaningrum mengaku senang dan siap diterjunkan kemasyarakat. Karena sudah mendapatkan materi-materi KKN secara detail, jelas dan lengkap,bbagaimana nanti menghadapi lingkungan masyarakat. “Dengan adanya pembekalan ini membuat saya semakin siap untuk ikut KKN nantinya,” jelas mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Akutansi Umsida ini. as

Komentar