Untuk Menunjang Penguatan Pendidikan Karakter, SMP Musasi Terapkan Program OLA

Para siswa SMP Musasi sedang membuat pola dan mengoperasikan hasil karyanya 'excavator'. as

Sidoarjo Pos-Penerapan model pembelajaran Outdoor Learning Activity atau OLA (pembelajaran luar kelas) yang sudah diterapkan dua tahun oleh SMP 1 Muhammadiyah Sidoarjo (Musasi), nampaknya cukup efektif untuk menunjang penguatan pendidikan karakter anak didik.

         Hal tersebut dilakukan agar para siswa bisa lebih luas pola pikirnya, bisa berkembang dengan baik. Tidak selalu terkurung di dalam ruang kelas yang terkadang membuat para siswa merasa jenuh. Selain itu juga bertujuan untuk mendidik siswa agar bisa mandiri dan menumbuhkan jiwa enterpreuner siswa.

        Itulah penegasan Kepala SMP Musasi Sidoarjo Drs. Aunur Rofiq, M.Si disela-sela prosesi ‘Musasi Science Project’pembelajaran luas kelas dengan kegiatan ‘Water Rocket and Excavator Miniature Competition,’ pada(19/9/2017) siang.

             Lebih jauh Aunur Rofiq menuturkan, kalau OLA merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah secara learning by doing (belajar dengan melakukan). Dengan adanya OLA ini, anak anak sangat antusias, karena mereka belajar dengan cara menemukan sesuatu dan langsung bertindak. “Hasilnya cukup efektif, indeks prestasi siswa bisa melejit hingga 100 persen,” ungkap Pak Rofiq_sapaan akrabnya.

           Sementara itu, Waka Kurikulum Erna Herawati S.Pd manambahkan, kalau OLA 2017 ini yang sudah dan akan dilakukan adalah mata pelajaran seni (batik), juga ada pertukaran siswa dengan siswa di Gresik. Juga Home Stay di Ponpes Kemuning Mojokerto selama tiga hari. “Untuk kelas 7 seins projectnya membuat minuman herbal pada bulan Oktober 2017, disusul seins project pembuatan design rumah dan pembuatan film dengan tiga bahasa,” tambahnya.

            Jadi kelebihan OLA yang sudah diterapkan adalah mendorong motivasi siswa, karena menggunakan setting alam terbuka  sebagai kelas yang memberikan dukungan proses pembelajaran menyeluruh dan dilakukan dengan kegembiraan dan menyenangkan. Juga terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan karena dapat berekpresi menciptakan suasana belajar seperti bermasin.

            Para siswa juga melihat peristiwa  di lapangan sebagai sumber belajar, untuk mengasah aktivitas fisik dan kreativitas siswa dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan fisi dan mental siswa. “Yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kesadaran sisiw terhadap sikap dan perilaku mencitai lingkungan sekitar, karena terjadi hubungan timbal balik antara mereka dan lingkungan,” pungkas Erna Herawati. as

Komentar