Video Pendek ‘Beda ≠ Salah’ SMKN 2 Buduran Raih Runner Up Video Terbaik BNPT

Crew 'Beda ≠ Salah' SMKN 2 Buduran menunjukkan penghargaan hasil karyanya. as

Sidoarjo Pos-Usai menduduki peringkat kedua di Jawa Timur pada Oktober 2016 lalu, film pendek ‘Beda ≠ Salah’ produksi siswa-siswi SMKN 2 Buduran Sidoarjo naik peringkat menduduk peringkat kedua tingkat nasional, ketegori video terbaik yang diadakan olen BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris), pada(25/11/2016).

            Fim pendek garapan siswa-siswi SMKN 2 Buduran yang semuanya duduk di bangku kelas XII yakni, Gilang Ilham, Rizky Ramadhani, M Audi Choirun, M Gufron dan Finanda Nurmalita Dewi memiliki peran mengutak-atik tema serta pengambilan gambar.

            Sedangkan, Zepty Eka Putri, Nur Hikma, Naufal Hakim dan Elan Helmy berperan cukup ciamik untuk membantu menghidupkan tema ‘Beda ≠ Salah’ yang diambil para siswa. “Kami memiliki peran masing-masing sehingga menghasilkan video yang padat dan berisi,” ujar Gilang Ilham yang didapuk sebagai sutradara.

            Mereka mengaku hanya memiliki waktu lima hari untuk mempersiapkan video tentang anti radikalisme sesuai tema yang diberikan oleh BNPT. Dibantu oleh guru pembimbing Susiati, mereka dengan yakin memilih tema ‘Beda ≠ Salah’ untuk mengikuti lomba tersebut. “Persiapan sangat mepet. Dengan bekal multimedia kami serta dibantu pemeran yang bagus akhirnya kami sepakat mengirimkan video tersebut, ” terang Susiati.

            Dalam video berdurasi 4 menit 59 detik tersebut, menceritakan tentang mengajak kedamaina dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Mengambil gambar di lingkungan sekolah, mushala dan jalan depan sekolah, video tersebut langsung berhasil masuk dalam 10 nominator video terbaik tingkat nasional. “Dalam final video kami bersaing dengan video dari Aceh, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, NTB, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Jawa Tengah dan DKI Jakarta,” ucapnya.

            Kepala Sekolah SMKN 2 Buduran Sidoarjo Eko Agus Priyatna menjelaskan bangga apa yang telah diraih oleh anak didiknya. Pihaknya sangat mendorong kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswannya. “Kami hanya memberi wadah, kami hanya memberikan motivasi serta mendorong anak-anak agar terus berkreasi dan berinovasi, karena hal itu juga untuk kepentingan anak-anak di masa depan,” jelas Eko Agus Priatna. as

Komentar