Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin Serah Dana BPM Sebesar Rp 21,5 Miliyar

Usai penyerahan, Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin foto bersama dengan para penerima dana BPM. as

Sidoarjo Pos-Sebagai penunjang pelaksanaan PKM (Peningkatan Kapasitas Masyarakat) dalam program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dari Kementerian PU PR (Pekerjaan Umum dan Peruhaman Rakyat) RI. Panitia Tingkat Cluster Kebupaten Sidoarjo telah menyerahkan bantuan kepada BPM (Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat) sebesar Rp 21,5 miliyar.

Proses penyerahaannya diberikan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin kepada para Ketua Pengurus 16 BKM/LKM (Bandan Keswadayaan Masyarakat/Lembaga Keswadayaan Masyarakat) Sidoarjo, di ruang Pertemuan Kantor Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Sidoarjo, kemarin (27/8/2019).

Adapun  BKM/LKM yang menerima dan BPM tersebut, terdapat di 16 desa 7 kecamatan, yakni Desa Krian, Tambak Kemeraan, Sidomojo, Terung Kulon, Pademonegoro, Cangkringsari, Kalitengah, Gempolsari, Waru, Wadungasri, Tambak Sawah, Tambak Rejo, Tambak Cemandi, Ngelom dan Lemah Putro. Masing-masing BKM/LKM mendapatkan bantuan Rp 1 miliyar hingga Rp 2 miliyar.

Usai menyerahkan dana BPM, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan kalau progam ‘KOTAKU’ ini sangat bagus, dan sepatutnya kita bersyukur, karena ada dana dari pusat yang sangat besar. Mudah-mudahan dengan program ini daerah kumuh di Sidoarjo jumlah luasannya bisa berkurang, programnya juga bisa bersinergi dengan kegiatan pembangunan yang dianggarkan di APBD Sidoarjo. “Untuk pengawasannya kita mengikuti aturan yang sudah ditentukan,” kata Cak Nur_sapaan akrabnya.

Jadi para penggiat, para pejuang masyarakat desa itu lebih baik dan lebih paham soal pelaporan tersebut. “Saya kira mereka lebih bagus dari pada yang dulu, karena kondisi jaman juga sudah sangat maju. Semuanya sudah tertata bagus dan terbuka di papan-papan pengumuman,” jelasnya.

Koordinator LKM ‘Warga Jaya’ Desa Sidomojo Kecamatan Krian Syaidah Nurhari Pancaningrum mengaku kalau mendapatkan dana BPM ini akan digunakan untuk pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) atau TPS terpadu, selain itu juga digunakan untuk pembangunan drainase. “Karena program tersebut sangat diperlukan dalam waktu dekat ini oleh warga Sidomojo,” jelasnya. as

 

Komentar