Wakil Bupati Sidoarjo Melepas Peserta Pertinas SBH 2016

Sebelum berangkat ke Pertinas 2016, peserta selfie bersama Wakil Bupati Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Para peserta Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional (Pertinas SBH) ke V 2016, yang akan dilaksanakan di Bumi Serut Kecamatan Kanigoro Blitar, diharapkan bisa membawa nama baik Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo. Karena Sidoarjo telah ditunjuk untuk mewakili Kwarda Propinsi Jawa Timur.
Harapan tersebut disampikan Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kamis(13/10/2016) saat melepas 20 peserta yang terdiri dari para Penegak dan Pandega putra-putri serta para pendamping Pertinas SBH ke V 2016 di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, kegiatan yang akan dilakukan mulai tanggal 17 hingga 23 Oktober 2016 tersebut, Kabupaten Sidoarjo ditunjuk untuk mewakili Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Timur. “Karena Kwarcab Pramuka Sidoarjo dinilai dalam kegiatan Saka Husada cukup aktif, serta telah menunjukkan prestasi yang membanggakan bagi Jawa Timur, juga bagi Sidoarjo sendiri,” jelas Nur Ahmad Syaifuddin yang juga sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.
Jadi kami berpesan kepada para peserta bisa membawa nama baik Sidoarjo, serta bisa mengikuti aturan apapun yang dilaksanakan di perkemahan di tingkat nasional dengan hagi yang senang. “Juga bisa melakukan kegiatan secara maksimal, dan kami percaya para peserta ini bisa melakukan itu semua,” jelas Cak Nur_sapaan akrabnya.
Salah satu pengurus Kwarcab Pramuka Sidoarjo, Kusdianto juga menjelaskan kalau Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Tujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. “Saka Husada ini anggora pramuka yang dalam kegiatannya, maupun pembinaannya di bawah naungan oleh dinas kesehatan kabupaten, provinsi hingga ditingkat Kementerian Kesehatan,” jelas Kusdianto. as

Komentar