Wakil Bupati Sidoarjo Menyambut Kirab Resolusi Jihad NU Dalam Peringatan HSN 2016

Wakil Bupati saat menyambut peserta kirab. as

Sidoarjo Pos-Kirab Resolusi Jihad NU Hari Santri Nasional  (HSN) 2016 yang dimulai dari Kabupaten Banyuwangi sejak Kamis 13 Oktober 2016,  akhirnya singgah di Kabupaten Sidoarjo, jum at malam (14/10/2016). Rombongan kirab yang sebelumnya singgah dari Kota Malang ini, datang sekitar pukul 20.00  wib dari pukul 18.00 wib yang dijadwalkan.

       Sekitar 800 warga Nahdliyin Sidoarjo menyambut kedatangan rombongan kirab di depan masjid Agung Sidoarjo dengan iringan lagu ‘Subbanul Wathon’ dan iringan musik hadrah,  menuju  Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Di halaman Pendopo Kabuapaten langsung disambut atraksi ‘Pencak Dor’dari Pagar Nusa PCNU Sidoarjo,  dengan menampilkan pesilat pagar nusa dalam posisi telungkup dan di atas punggungnya dinyalakan petasan ukuran jumbo, langsung mendapat sambutan aplaus panjang seluruh pengunjung.

        Usai atraksi, dilakukan prosesi penyerahan Pataka Kirab dari peserta kirab PBNU ke tuan rumah , bendera merah putih ke Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin dan bendera NU ke Ketua Tanfidziah NU Sidoarjo KH. Abdy Manab. Sedangkan panji kirab resolusi jihad NU di serahkan pada Kapolresta Sidoarjo Anwar Nasir dan Dandim 0816 Andre Julian.

         Lagu Subbanul wathon karya (alm)  KH Wahab Chasbullah terus bergema di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dan dilanjut dengan ikrar santri. Ikrar santri ‘Berideologi Negara Satu, Ideologi Pancasila. Berkonstitusi Satu – Undang – undang Dasar Republik Indonesia. Berkebudayaan  Satu  – Kebudayaan Bhineka Tunggal Ika’ dibaca dan diikuti serentak oleh peserta kirab resolusi Jihad NU.

          Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, menyampaikan  terima kasihnya Sidoarjo telah dipercaya untuk jadi tempat persinggahan dari kirab resolusi jihad NU ini. “Kirab resolusi jihad NU sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini, mengingatkan semua pihak tentang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan kontribusinya dari kaum santri atau pesantren secara umum,” ungkap cak Nur panggilan akrabnya.

           Menurutnya, tantangan kedepan yang mengganggu sendi sendi kehidupan negara dan bangsa menjadi pekerjaan rumah bagi kaum santri, tetap berkomitmen untuk selalu menjaganya. ”Sebagaimana tadi tercermin dari ikrar santri yang kita dengungkan bersama sama,” tegas Wakil Bupati Sidoarjo. as

Komentar