Warga Desa Jati Alun-alun Sidoarjo Makamkan Suaminya Dalam Rumah

Kapolrek Prambon saat melihat kondisi makam di dalam rumah. as

Sidoarjo Pos-Sebagian warga Dusun Jedong Pandaian, Desa Jati Alun-alun, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo merasa resah adanya makam di dalam rumah Ida (42 th) warga RT 06/RW 02 desa setempat.

Kepala Desa Jati Alun-alun Ansori menjelaskan kalau makam tersebut adalah Budi (43 th) yang tidak lain adalah suaminya Bu Ida (42 th), yang telah meninggal pada (12/9/2016) dikarenakan sakit Pihak keluarga memakamkan almarhum, lantaran telah memberikan wasiat kepada istrinya agar dimakamkan didalam rumah. “Almarhum berwasiat kepada ahli warisnya kalau beliaunya meninggal minta dimakamkan di dalam rumah. Setelah itu saya berkoordinasi dengan warga sekitarnya, tidak ada yang keberatan,” jelas Ansori kepada media(17/09/2016).

Dilain pihak, Abdul Rozak (55), warga setempat mengaku takut dengan keberadaan makam itu, terutama anak dan cucu perempuannya. “Karena jarak makam dengan kamar anaknya hanya sekitar kurang lebih satu meter saja, mereka selalu merasa gelisah takut sekali,” katanya.

Ia juga mengakui pernah menandatangani surat pernyataan yang diberikan oleh perangkat desa, terkait pemakaman di dalam rumah tersebut, tetapi dirinya tidak memahami isinya. Ia mengira surat pernyataan yang diteken bersama tiga warga lainnya, diperuntukkan kepada seluruh masyarakat setempat. “Ternyata hanya tiga orang, apalagi waktu pulang kerja, tiba-tiba saya disuruh tanda tangan gitu aja,” ungkap Abdul Rozak.

Senada dengan Abdul Rozak, pihak Abdurrohim (53 th), tetangga yang tidak jauh dengan keberadaan makam itu juga resah. Ia berharap agar makam tersebut dipindahkan ke makam umum desa setempat saja. “Harapannya saya agar bisa di makamkan di pemakaman umum. Supaya tidak membahayakan para pengikutnya,” harapnya.

Menanggapi keresahan sebagian warga saat ini, Kades Ansori mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada surat pernyataan kepada warga. “Saya juga sempat berkordinasi dengan warga sekitar tidak keberatan, akhirnya saya memberanikan diri memakamkan di dalam rumah,” tambahnya.

Sementara dari pihak keluarga almarhum hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan, karena kondisinya masih terlihat berduka.

Jajaran Kepolisian Sektor (Polse) Prambon saat dilokasi menyatakan, atas banyaknya warga yang resah, pihaknya akan mengevaluasi ulang dengan melibatkan aparat desa dan warga. “Akan kita tinjau kembali dan akan kita musyawarahkan dengan tokoh-tokoh agama terkait warga yang resah,” tegas Kapolsek Prambon, AKP Satuji. as

Komentar