Davista Siswi SMK Antartika 2 Terbitkan Novel Pertamanya ‘Bintang Pertama Setelah Senja’

Davista menunjukkan salah satu cerita novel yang paling disukai. asgi

Sidoarjopos-Inspirasi seseorang bisa muncul dari kegiatan atau bisa juga muncul karena kesenangan dan kebiasaannya sehari-hari. ‘Sejak sekolah menengah pertama, saya setiap minggu selalu membaca novel. Karena keseringan menbaca, akhirnya saya bercita-cita ingin menulis novel. Alhamdunillah sekarang sudah terwujud, dan ber ISBN (International Standard Book Number)’.

Itulah ungkapan Davista Angela Wulanyulianti, siswi kelas XII PKM (Perbankan dan Keuangan Mikro) 1 SMK Antartika 2 Buduran Sidoarjo, saat ditemui  usai mengikuti TOEIC (Test Of English for International dan Comunication) di sekolahnya, pada Senin (19/4/2021) siang.

Ia mengungkapkan, ‘Bintang Pertama Setelah Senja’ merupakan kisah tentang cinta antara Rizal dan Senja. Dari pertemuan-pertemuan yang tidak disengaja itu membuat Rizal jatuh cinta pada Senja. “Tapi sangat disayangkan, keduanya dipisahkan oleh takdir. Dan mulai saat itu Rizal menyadari, bahwa dirinya adalah bintang pertama di hidup Senja,” ulasnya.

Perempuan kelahiran Malang 7 Juli 2003 mengaku, motivasi menulis dari lingkungan sekitarnya, seperti keluarganya dan teman-temannya baik di lingungan sekolah maupun lingkungan rumah. Awalnya saya menulis novel di sebuah aplikasi, dan tidak terpikirkan jauh akan membukukan hasil karya tersebut. “Dengan semangat membara, saya hanya ingin menuangkan semua ide-ide yang sudah menumpuk dibenak ini. Ternyata lambat laun, teman-teman sekolah banyak yang membaca cerita tersebut. Mereka juga memberikan support untuk  membukukannya,” aku Davista yang bercita-cita ingin berwirausaha ini.

“Umurku masih 17 tahun, dengan umur yang masih muda ini aku sudah lama bergelut dibidang menulis, dan baru kali ini aku merasa mimpi di hidupku  tidak hanya akan menjadi mimpi lagi, bahwa cita-cita dan keinginanku akan menjadi nyata. Yaitu berhasil menerbitkan novel,” jelas Davista yang hobi pergi jauh rame-rame.

Dulu, saya tidak begitu suka membaca, tapi saat pertama kali saya membuat cerita di aplikasi. Alhamdulillah jadi keterusan sering membaca, saya berfikir, tulisan saya harus semakin bagus kedepannya agar bisa membuat pembaca bertambah di aplikasi tersebut. Tapi bertambahnya pembaca juga ternyata tidak baik, terkadang banyak para pembaca yang berkata tulisan saya kurang menarik dan sebagainya.

“Tidak hanya itu, bahkan saya sempat dikatakan menjiplak cerita orang. Tetapi banyak orang yang masih mendukung saya, dan menyemangati untuk membuat cerita yang lebih baik kedepannya,” pungkasnya. asgi

Komentar