Siswa SMAMDA Digembleng Ilmu Janaiz, Berlatih Memandikan Dan Mensholati Jenazah

Ustad Nur Hasan Basri sedang mengajari cari melipat kain kafan. asgi

Sidoarjopos-Dalam menjaga sensitivitas keluarga dan lingkungannya. Minimal bisa membantu warga yang memerlukan. Seluruh siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) digembleng tentang merawat jenazah, memandikan hingga mensholati atau Janaiz. Hal ini sangat perlu sekali, karena remaja millennial sekarang ini sudah sangat jarang sekali yang melakukannya.

Disamping itu, bila ada keluarga dan lingkungannya yang meninggal paling tidak mereka bisa langsung terjun, turun tangan untuk menanganinya. Jangan sampai terlalu lama, apalagi harus berharap, menunggu kepada orang yang lain. “Jadi kalau para siswa, yang katanya sekarang menjadi generasi millennial juga harus bisa melakukan amal yang baik dan benar, sesuai tuntunannya,” tegas Kepala SMAMDA Wigatiningsih, M.Pd usai memantau kegiatan Baitul Arqam ke II, pada Jumat (23/4/2021) tadi pagi.

Proses latihan mengkafani. asgi
Proses latihan mengkafani. asgi

Ia katakan, jika dirawat oleh keluarganya sendiri akan lebih bagus, karena menghindari bila ada privasi-privasi yang harus terus dijaga, dan itu akan lebih elegan ketika dirawat oleh keluarganya. “Oleh karena itu para siswa kita bekali untuk pemahaman, pengetahuan dan tata cara merawat jenazah atau Janaiz. Agar bisa dilakukan dengan benar, pihak sekolah langsung hadir, dan langsung praktek untuk para siswa,” tegas Wigatiningsih.

Guru SMAMDA Nur Hasan Basri selaku pembimbing menjelaskan apa yang telah diajarkan kepada siswanya dimulai dari cara memandikan jenazah, bisa dilakukan dengan cara yang benar. “Selanjutnya cara-cara mengkafaninya, mulai menata kain kafan, tali kafan hingga melipatnya/membungkusnya. Dan terakhir bagaimana cara mensholatkan jenazahnya,” jelasnya.

Proses latihan mensholati. asgi
Proses latihan mensholati. asgi

Sementara itu, M. Aufa Izul Haq siswa kelas XI IPS 3 yang didapuk menjadi jenazah mengakut sangat bermanfaat sekali. Akhirnya kita bisa memahami, karena selama ini hanya teori saja, dan sekarang prakteknya. “Jadi bisa lebih jelas. Namun saya tadi juga bergetar dan takut karena ‘dijadikan’ jenazah. Apalagi tadi juga disholati ‘mrinding’ pak,” ungkapnya. asgi

 

Komentar